Polisi Tangkap Dua Pembunuh Gajah Jinak

Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro mengungkapkan pihaknya telah menangkap dua tersangka pembunuh gajah jinak

Polisi Tangkap Dua Pembunuh Gajah Jinak
POLISI memperlihatkan gading gajah bunta yang diamankan dari para tersangka, di Mapolres Aceh Timur, Senin (1/7). 

IDI - Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro mengungkapkan pihaknya telah menangkap dua tersangka pembunuh gajah jinak bernama Bunta di kawasan Conservation Respon Unit (CRU) Serbajadi, Aceh Timur. Gajah jinak ini ditemukan mati pada Sabtu (9/6) lalu, yang diduga akibat diracun dan gading sebelah kirinya pun hilang.

“Saat ini dua tersangka sudah kami tangkap, termasuk mengamankan barang bukti berupa gading gajah tersebut,” ujar AKBP Wahyu Kuncoro, Senin (1/7).

Menurutnya, kedua pelaku beserta gadingnya itu, diamankan dari lokasi dan waktu berbeda. Hingga kemarin, Kapolres belum mau mengungkapkan identitas para pelaku, karena rencananya akan disampaikan dalam konferensi pers secara resmi oleh Polres Aceh Timur bersama Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian LHK yang dihadiri oleh drh Indra, kemudian Kasubdit Penegakan Hukum LHK Ardi Risman, dan dari Bareskrim yaitu Kombes Adi Karya.

Kapolres menjelaskan, gading gajah yang diamankan dari tersangka, panjangnya 126 Cm. Sedangkan, gading yang diamankan dari bangkai Bunta, panjangnya 48 Cm.

“Meski ada dugaan diracun, tapi hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab kematian Bunta belum keluar. Sedangkan gading yang telah diamankan dari pelaku, selanjutnya akan dicocokkan dengan gading yang diamankan dari bangkai Bunta, untuk memastikan gading itu merupakan gading yang hilang dari bangkai gajah jinak tersebut,” kata Kapolres AKBP Wahyu Kuncoro.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro mengatakan kedua tersangka akan dijerat Pasal 21 Ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Secara terpisah, Kanit I Pidum Sat Reskrim Polres Atim, Ipda JM Tambunan, dan Kanit Tipiter Sat Reskrim Polres Atim, Ipda Fariz Kautsar, mengaku pengungkapan pelaku pembunuh gajah Bunta ini, hasil bekerjasama dengan masyarakat selaku pemberi informasi.

Peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi ini mungkin terkait dengan janji Gubernur Aceh dan Kepala BKSDA yang menjanjikan sejumlah uang bagi siapa saja yang memberi informasi tentang keberadaan pembunuh hewan dilindungi itu.

Menurut Ipda JM Tambunan, sebelum membunuh gajah, para pelaku diduga sempat mencari tauke pembeli gading gajah. “Tapi kami belum memperoleh informasi terkait tauke ini, karena sejak tersangka ditangkap, gading tersebut belum berpindah tangan,” jelasnya.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved