MPU Fokus Label Halal

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mulai memfokuskan label halal di makanan yang diproduksi perusahaan

MPU Fokus Label Halal
IST

* Masih Banyak belum Bersertifikat

BLANGKEJEREN - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mulai memfokuskan label halal di makanan yang diproduksi perusahaan atau juga rumah tangga, karena banyak belum bersertifikat. Hal itu terungkap dalam rapat kerja (Raker) MPU se-Aceh yang dihadiri seluruh kepala sekretariat MPU dari 23 kabupaten/kota di aula Hotel Green Marmas, Blangkejeren, Selasa (3/7).

Setiap MPU mengirim dua perwakilan untuk mengikuti raker yang berlangsung selama dua hari, dari Selasa (3/7) sampai hari ini, Rabu (4/7). Kepala Sekretariat MPU Aceh, Dr Syukri M Yusuf MA mengatakan melalui rapat kerja ini, maka pelayanan harus optimal, termasuk fasilitas jaminan halal melalui sistem online.

“Pastikan semua makanan berlabel halal yang dibuat oleh perusahaan yang diakui oleh MPU atau MUI yang memiliki nomor seri,” ujarnya. Dia menyatakan masih banyak makanan berlebel halal dan bertulisan Arab, tetapi belum memiliki sertifikasi halal dari kedua lembaga itu selama ini.

Dia berharap, hal itu harus menjadi tugas MPU untuk melakukan pengawasan dan melalui raker ini juga sebagai bahan evaluasi terhadap berbagai kendala yang dihadapi selama ini, sekaligus mencari solusinya.

Dia mencontohkan, adopsi program dari Sekretariat MPU kabupaten/kota yang sudah berhasil melaksanakan sistem online, sehingga perlu disinergikan dengan kabpaten/kota yang belum melaksanakannya.

“Ada program bagus di salah satu MPU kabupaten, tetapi tidak dapat diadopsi karena minimnya anggaran,” ujarnya. Sebaliknya, katanya, ada kabupaten lain yang memiliki anggaran, tetapi tidak memiliki program bagus yang dapat meningkatkan kinerja sekretariat MPU se-Aceh, sehingga program itu perlu diadopsi.

Dia mengatakan, kabupaten/kota juga harus giat untuk mewujud sertifikasi halal bagi pengusaha di masing-msing daerah. Pasalnya, diduga masih banyak warung dan penjual makanan yang terkesan penggelolaannya belum halal seperti yang diharapkan dalam agama Islam.(c40)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved