Seratus Unit Alat Pertanian Terbengkalai

Ratusan unit alat pertanian bantuan dari APBN tahun 2018, hingga kini menumpuk di halaman kantor Dinas Pertanian Pidie

Seratus Unit Alat Pertanian Terbengkalai
SERAMBINEWS.COM/ MASRIZAL
Mesin Pertanian Modern di Penas 

* Bantuan APBN Tahun 2018

SIGLI - Ratusan unit alat pertanian bantuan dari APBN tahun 2018, hingga kini menumpuk di halaman kantor Dinas Pertanian Pidie lama yang kini menjadi Dinas Infokom Pidie, akibat belum disalurkan. Alat pertanian yang terbengkalai itu yakni mesin pompa air 90 unit, bedeng tanaman cabe dan bawang sebanyak 15 unit, mesin tanam padi 5 unit, dan hand traktor 15 unit.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie, Ainal Mardiah, Selasa (3/7) menjelaskan, alat pertanian yang terbengkalai itu merupakan bantuan APBN yang diserahkan kepada Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Pidie di pertengahan bulan Mei lalu.

“Kami belum bisa menyalurkan kepada kelompok tani, karena belum ada dokumen provisional hand over (PHO) atau serah terima barang dari Kementerian Pertanian RI kepada Pemkab melalui Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Pidie,” ujarnya.

Secara terpisah, Kasi Alat dan Mesin Pertanian pada Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Pidie, Teuku Hafni yang dihubungi Serambi kemarin, menyebutkan 125 alat pertanian bantuan Kementerian Pertanian RI itu nantinya akan disalurkan kepada kelompok tani di Pidie. Yaitu, mesin pompa air 90 unit, bedeng cabe atau bawang 15 unit, mesin tanam padi 5 unit, dan hand traktor 15 unit yang bersumber dari dana aspirasi anggota DPR RI.

Jumlah bantuan yang dibagikan kepada petani disesuaikan dengan sumber air yang disuplai untuk areal persawahan. Seperti Kembang Tanjong, alat pertanian yang disalurkan akan lebih banyak.

Kelompok tani yang mendapatkan bantuan tersebut, kata Hafni, nantinya di-SK-kan dengan SK Bupati Pidie. Jumlah satu kelompok petani bervariasi, dari 20 hingga 35 orang.

“Rencananya, minggu depan kami akan menyerahkan mesin dan alat pertanian ini kepada kelompok tani. Saat ini, kami sedang menyiapkan berkas penyerahan barang tersebut,” pungkasnya.

Anggota DPRK Pidie, T Saifullah MS, meminta dinas terkait tidak mengendapkan bantuan pertanian dari Pemerintah Pusat. Penyaluran bantuan itu harus dipercepat, mengingat petani sangat memerlukan untuk memudahkan petani dalam menggarap sawah.

Ia menambahkan, mesin dan alat pertanian bantuan tersebut sangat dibutuhkan petani untuk menunjang kegiatan pertanian dan perkebunan. “Kami kecewa dengan dengan dinas yang terkesan tidak serius memperhatikan nasib petani di Pidie. Padahal, petani masih sangat kekurangan alat pertanian,” ujarnya.

Ia juga menyarankan dinas terkait jangan suka mengendapkan bantuan, dan segera menyalurkannya secara tepat sasaran, sehingga bantuan tersebut betul-betul dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya,” ujar T Saifullah.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved