Breaking News:

RSJ Siapkan Layanan Rehab Pecandu

Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, tengah bersiap-siap untuk membuka pelayanan rehabilitasi untuk pecandu narkoba

Editor: bakri
RSJ Siapkan Layanan Rehab Pecandu
MAKHRUZAL, Direktur RSJ Aceh

BANDA ACEH - Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, tengah bersiap-siap untuk membuka pelayanan rehabilitasi untuk pecandu narkoba yang bermasalah dengan hukum. Rencana membuka pelayanan rehabilitasi itu, dibahas dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan di RSJ Aceh, Banda Aceh, Selasa (3/7) dengan melibatkan pejabat instansi terkait serta sejumlah stakeholder.

Direktur RSJ Aceh, dr Makhruzal MKes menjelaskan, saat ini pihaknya terus berbenah dan mempersiapkan diri untuk membuka pelayanan rehabilitasi bagi para pecandu narkoba yang mengalami kasus hukum. Hal itu mengingat semakin tingginya permintaan pasien. “RSJ Aceh memiliki fungsi dan peran sebagai penyedia layanan rehabilitasi napza, baik rawat jalan maupun rawat inap dengan metodologi hospital base,” kata dr Makhruzal.

Ia mengatakan, kebijakan itu berdasarkan peraturan bersama Ketua MA, Menkumham, Menkes, Mensos, Jaksa Agung, Kapolri, dan Kepala BNN pada tahun 2014 tentang penanganan pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika ke dalam lembaga rehabilitasi. Maka sesuai petunjuk teknis BNN, pelaksana program rehabilitasi napza dengan proses hukum adalah rehabilitasi milik pemerintah.

“Dimana RSJ Aceh merupakan satu-satunya yang memiliki instalasi rehabilitasi napza milik pemerintah di Provinsi Aceh, sehingga dapat ditunjuk sebagai penyedia layanan rehabilitasi kasus hukum di Aceh,” ujarnya. Dijelaskan, instalasi rehabilitasi napza RSJ Aceh mulai berdiri Agustus 2010 dengan kapasitas 25 bed untuk pelayanan rawat inap dengan program metodologi hospital base.

Lalu, Instalasi rehabilitasi napza RSJ Aceh telah merehabilitasi 392 residen sejak agustus 2010 sampai sekarang untuk rawat jalan. Disebutkan, sebanyak 135 residen sejak September 2013 sampai sekarang rawat jalan dan 9 residen sejak April 2018 hingga kini rawat inap di bangsal jiwa dengan gangguan jiwa berat.

Direktur RSJ Aceh, dr Makhruzal Mkes menambahkan, rakor antarinstansi pemerintah sangat dibutuhkan untuk membahas teknis pelaksanaan rehabilitasi napza dengan proses hukum. Meningkatnya kasus hukum penyalahgunaan narkotika di Aceh menjadi dasar dilaksanakannya pertemuan tersebut.

“Hasil pertemuan ini nantinya akan dilakukan kerja sama dan penandatangan MoU antar instansi terkait, guna membantu RSJ dalam merawat pasien pencandu narkoba yang memiliki masalah hukum,” ujar Makhruzal. Dia mengaku, belum dilakukannya rehabilitasi napza dengan kasus hukum selama ini karena belum adanya prasarana dan sarana yang mencukupi.(mir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved