KPK Cekal Empat Orang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan upaya cegah tangkal (cekal) empat orang ke luar negeri terkait

KPK Cekal Empat Orang
Fenny Steffy Burase

* Terkait OTT Kasus Suap di Aceh

BANDA ACEH - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan upaya cegah tangkal (cekal) empat orang ke luar negeri terkait kasus dugaan suap yang melibatkan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada Serambi, Sabtu (7/7) menyampaikan bahwa pecekalan tersebut dilakukan sejak Jumat, 6 Juli 2018 hingga enam bulan ke depan. Menurut Febri, mereka merupakan saksi penting dalam kasus itu.

Mereka yang dicekal KPK adalah, Nizarli (Kepala Unit Layanan Pengadaaan/ULP Aceh), Rizal Aswandi (pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh), Fenny Steffy Burase (EO Aceh Marathon International 2018, perempuan yang diisukan punya hubungan khusus dengan Irwandi Yusuf), dan Teuku Fadhilatul Amri.

“Mengacu pada Pasal 12 UU KPK, dilakukan pencegahan ke luar negeri terhadap 4 orang selama 6 bulan, terhitung Jumat, 6 Juli 2018. Pihak-pihak tersebut perlu dicegah ke luar negeri agar saat dibutuhkan keterangannya dapat dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Febri menyatakan saksi-saksi yang dipanggil tentu memiliki keterkaitan dan pengetahuan terhadap perkara yang sedang ditangani KPK. Berapa banyak saksi yang akan diperiksa? Febri tidak menjawabnya. “Nanti ya akan diinformasikan kapan saksi-saksi akan diperiksa,” ujarnya.

Seperti diketahui, warga Aceh dibuat heboh setelah KPK menetapkan Gubernur Irwandi Yusuf sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh Tahun Anggaran 2018 pada Rabu (4/7) malam.

Selain Irwandi, KPK juga menetapkan Bupati Bener Meriah Ahmadi, Ajudan (staf khusus) Gubernur Aceh Hendri Yuzal, dan kontraktor (swasta) T Saiful Bahri sebagai tersangka. Irwandi dijemput di Pendopo Gubernur sedangkan Ahmadi diamankan di Bener Meriah pada Selasa (3/7) malam.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Rabu (4/7) menjelaskan, dalam konstruksi perkara, KPK menduga adanya upaya pemberian uang Rp 500 juta dari Ahmadi kepada Irwandi terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari DOKA 2018.

Basaria juga menyampaikan, KPK mempunyai bukti dugaan suap untuk Gubernur Aceh Irwandi Yusuf sebesar Rp 500 juta bagian dari Rp 1,5 miliar dari Bupati Bener Meriah di antaranya digunakan untuk biaya medali dan pakaian kegiatan Aceh Marathon 2018.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved