Kementan Janji Beli Gabah Petani Abdya Rp 6.000 Per Kilo, Bupati Bagikan Bibit Gratis Untuk Rakyat

Jenis gabah yang dimaksud akan dibeli oleh Kementrian Pertanian dengan harga Rp 6.000 per kilo itu adalah padi unggul varietas baru M400

Kementan Janji Beli Gabah Petani Abdya Rp 6.000 Per Kilo, Bupati Bagikan Bibit Gratis Untuk Rakyat
SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA
Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH didampingi Kasubdit Padi Irigasi dan Rawa Ditjen Tanaman Pangan Kementrian Pertanian, Dr Trimartini Patria, Dandim 0110 Abdya, Letkol Arm Iwan Aprianto SIP, perwakilan Kajari Abdya, memperlihatkan benih M400 pada acara tenam serentak, Selasa (10/7/2018) di Desa Pawoh, Kecamatan Susoh. 

Laporan Rahmat Saputra | Blang Pidie

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Para petani di Aceh Barat Daya (Abdya) pada panen ini akan mendapat kabar membahagiakan.

Pasalnya, pada panen kali ini, kementrian Pertanian Republik Indonesia akan membeli padi masyarakat Abdya dengan harga Rp 6.000 per kilonya.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH saat memberikan sambutan pada acara tanam serentak, Selasa(10/7/2018) di Desa Pawoh, Kecamatan Susoh.

Baca: VIDEO - Puluhan Tenaga Kontrak Gelar Aksi di Gedung DPRK Abdya

Jenis gabah yang dimaksud akan dibeli oleh Kementrian Pertanian dengan harga Rp 6.000 per kilo itu adalah padi unggul varietas baru M400.

Bahkan, Akmal menyebutkan harga gabah tersebut bisa saja dibeli lebih mahal dari Rp 6.000 per kilo, sangat tergantung dari kualitas padi yang dihasilkan.

"Bibit ini akan dibeli oleh ibu Tri (Kementrian Pertanian-red), minimal (harganya) Rp 6.000 per kilo. Mungkin, kalau kita tanam padi yang lain, dibeli agen harga Rp 4.000 per kilo. Kalau M400, petani bisa jual Rp 6.000, bisa lebih mahal, kalau kualitas lebih bagus," ujar Akmal Ibrahim yang disambut tepuk tangan para petani dan tamu undangan hadir pada acara tersebut.

Bahkan, sambungnya, bibit M400 tersebut akan dibagikan kembali pada masyarakat secara gratis, sehingga pada tahun depan keuchik dan kepala dinas terkait tidak perlu menganggarkan untuk pembelian bibit.

Dalam kesempatan itu, Akmal menyebutkan bahwa pertanian adalah salah satu sektor yang membangkitkan perekonomi masyarakat.

Baca: VIDEO - Misteri Madat di Aceh Barat Daya, dari Warga Hilang Hingga Seakan Tak Sampai di Tujuan

Karena, pada sektor pertanian yang memberikan anggaran langsung pada masyarakat, sehingga setelah dilantik dirinya kembali membangun komunikasi dengan Kementrian Pertanian.

"Jika saya bandingkan, hasil sawah dan sawit, jauh banyak untung sawah. Tapi, bek cilet-cilet," sebutnya.

Dalam acara itu, turut hadir Kasubdit Padi Irigasi dan Rawa Ditjen Tanaman Pangan Kementrian Pertanian, Dr Trimartini Patria, Dandim 0110 Abdya, Letkol Arm Iwan Aprianto SIP, Sekda Abdya, Drs Thamrin, perwakilan Dinas Pertanian Aceh, Frans Sukma SP MSi, para asisten dan para kepala SKPK dan sejumlah petani dan sejumlah tamu undangan.(*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved