Empat Kendaraan Tabrakan Beruntun

Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan empat kenderaan yakni tiga sepeda motor

Empat Kendaraan Tabrakan Beruntun
WARGA mengamati minibus Toyota Avanza yang rusak berat setelah bertabrakan dengan dumtruk intercooler di Desa Kubu, Kecamatan Peudada, Bireuen, Selasa (10/7). 

* Satu Tewas, Dua Luka-luka

LHOKSUKON - Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan empat kenderaan yakni tiga sepeda motor dan satu truk barang terjadi di lintas jalan nasional Medan-Banda Aceh, persisnya kawasan Desa Peureupok, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara pada Selasa (10/7) sore, mengakibatkan satu tewas dan dua orang luka-luka.

Korban yang tewas adalah Mega Sari (22), mahasiswi asal Desa Samakurok, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara yang mengendarai sepeda motor (sepmor) Honda Beat BL 5682 DAB. Sedangkan dua korban luka yakni, M Nurdian (29), pemuda asal Desa Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe sebagai pengendara sepmor Yamaha Vixion BL 3634 PAU, dan pengendara sepmor Honda Vario atas nama Handian Syahputra (32), pegawai asal Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Polisi sudah mengamankan barang bukti dari lokasi kejadian tersebut untuk proses penyelidikan.

“Tabrakan itu berawal ketika Honda Beat yang dikendarai Mega Sari melaju dari arah Medan menuju Banda Aceh dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di tikungan Peureupok, sepmor tersebut mencoba mendahului mobil yang berada di sebelah kirinya, sehingga dia melaju agak ke kanan jalan,” kata Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kasat Lantas Iptu Sandy Titah Nugraha kepada Serambi, kemarin.

Tak sangka oleh Mega Sari, ulas Iptu Sandy, dari arah berlawanan muncul mobil barang (mobar) jenis light truck BL 8717 AG yang disopiri Amri Yusuf (36), warga Desa Lam Madan, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, sehingga tabrakan pun tak bisa dielakkan. “Usai menghantam truk, Honda Beat itu terpental ke kiri dan tanpa diduga ditabrak lagi oleh sepmor Yamaha Vixion dan Honda Vario yang melaju dari belakang jalur Honda Beat,” ujar Kasat Lantas.

Imbas kejadian ini, Mega Sari sebagai pengendara Honda Beat meninggal dunia karena terbentur aspal jalan. Sedangkan, pengendara Yamaha Vixion dan Honda Vario mengalami luka-luka karena ikut terhempas usai tabrakan.

Iptu Sandy memaparkan, langkah yang dilakukan petugas setelah kejadian adalah, mengamankan barang bukti berupaya tiga sepeda motor dan satu unit truk barang, serta mengantarkan semua korban ke rumah sakit dan puskesmas terdekat, untuk mendapatkan perawatan medis. “Kita mengimbau kepada pengguna jalan untuk berhati-hati saat mendahului kendaraan lain, dan juga selalu memperhatikan lingkungan sekitar ketika hendak menyalip, sehingga kejadian serupa tak terjadi lagi,” imbau Kasat Lantas.

Sementara itu, tiga korban tabrakan di kawasan Kecamatan Peudada, Bireuen, Selasa (10/7) kemarin, dirujuk ke salah satu rumah sakit di Medan, Sumatera Utara (Sumut) karena alamatnya di sana. Begitu juga dengan korban yang meninggal dunia, sudah dibawa pulang ke Medan. “Duluan dijemput korban meninggal dunia baru kemudian tiga korban kritis dirujuk ke Medan,” kata salah seorang petugas medis di IGD RSUD Bireuen kepada Serambi, Rabu (11/7) kemarin.

Dia mengatakan, tiga jenazah dibawa pulang, Selasa (10/7) sekitar pukul 23.00 WIB. Kemudian, Rabu (11/7) sekira pukul 04.00 WIB, tiga korban kritis dirujuk ke Medan atas permintaan keluarga mereka. Tiga korban meninggal yaitu, Zulfikar (28), Tasya (2), dan Syahreza (22). Sedangkan korban kritis yakni, M Syahroni (27), Rizki Amanda (22), serta Asyhifa (5).

Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto SE SH, melalui Kasat Lantas AKP Joko Kusumadinata kepada Serambi, kemarin, membenarkan, semua korban meninggal dan kritis sudah dibawa pulang ke Medan, Sumatera Utara. Sedangkan dua kendaraan yang terlibat tabrakan, saat ini masih diamankan di Polres Bireuen.

“Sementara sopir dumptruck intercooler BL 8898 Z bernama Usman Ismail (32), warga Desa Abeuk Usong, usai tabrakan langsung ditahan di Polsek Peudada untuk proses lebih lanjut. Dia kemudian dilepas, namun tetap diwajibkan melapor. Anggota Satlantas sedang mengumpulkan berbagai informasi menyangkut kejadian tersebut,” ujarnya.

Kepala Cabang (Kacab) Jasa Raharja Bireuen, Ade Derajat kepada Serambi, kemarin, mengatakan, karena korban tabrakan di Peudada sudah dibawa pulang ke Medan, maka klaim untuk ketiga korban meninggal dunia dilimpahkan ke Jasa Raharja Medan. “Proses pembayaran dilakukan di Medan, sedangkan Bireuen melengkapi berkas dan melapor kejadian tersebut,” tukasnya.

Seperti diketahui, kecelakaan lalulintas (laka lantas) antara minibus Toyota Avanza dengan dumptruck intercooler di Desa Kubu, Peudada, Selasa (10/7) pagi itu, menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan tiga lainnya kritis.(yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved