Peserta Porseni Tewas Tenggelam di Air Terjun

Rizki Saradiwa (14), seorang peserta Pekan olahraga dan seni (Porseni) Ke-16 Tingkat Provinsi Aceh di Kota Subulussalam

Peserta Porseni Tewas Tenggelam di Air Terjun
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
WALI Kota Subulussalam, Merah Sakti melepas jenazah Rizki Saradiwa (14) peseta Porseni ke 16 yang tenggelam di pemandian alam, SKPC Desa Penuntungan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Kamis (12/7/2018). 

Dikatakan, Rizki dan dua temannya diketahui tak mampu berenang pelajar lain. Namun, karena ingin mandi, Rizki bersama Akram dan Farhan juga ikut meloncat ke kolam permandian tersebut yang diperkirakan memiliki kedalaman lebih dari dua meter.

Sementara itu, Abdullah (45), warga Gampong Lupu, Kecamatan Geumpang, Pidie, Rabu (11/7) sekitar pukul 23.30 WIB, ditemukan tak bernyawa di aliran

Sungai Alue Batee Dua, kawasan Gampong Krueng Meriam, Kecamatan Tangse, Pidie.

Informasi yang dihimpun Serambi, korban yang sehari-hari bekerja sebagai petani terseret arus sungai yang cukup deras saat mencari ikan. Versi lain menyebutkan, sampan yang digunakan Abdullah bersama temannya Bakhtiar (32) dan Paddin (42) terbalik saat menyeberangi Krueng Meriam untuk menambang emas secara tradisional di kawasan pegunungan Tangse. Nahas, Abdullah yang tidak bisa berenang langsung terseret arus sungai sekitar pukul 12.00 WIB.

Pencaharian yang dilakukan warga bersama relawan RAPI Geumpang dengan menyisir aliran sungai itu akhirnya membuahkan hasil. Abdullah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa lagi pada jarak sekitar 1,5 kilometer (Km) dari lokasi ia terjatuh. Pukul 23.30 WIB, jasad Abdullah dievakuasi ke Puskesmas Geumpang.

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK, melalui Kapolsek Tangse, Iptu Norman Ali, kepada Serambi, Kamis (12/7) mengatakan, Abdullah pergi ke sungai kawasan Gampong Krueng Meriam bersama dua rekannya untuk mencari ikan.

Ketika sedang mencari ikan, tiba-tiba kaki Abdullah yang menginjak batu tergelincir sehingga ia terjatuh ke sungai yang arusnya sangat deras. Dua teman korban yang melihat Abdullah terseret arus sungai berusaha menolong, tapi tidak berhasil. “Rekan korban melaporkan kepada kami bahwa Abdullah hilang di sungai,” ujarnya.

Setelah mendapat informasi itu, kata Norman Ali, polisi bersama warga dan relawan RAPI Geumpang mencari korban dengan menyisir aliran Krueng Meriam. Akhirnya jazad Abdullah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa lagi.

“Lalu, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Geumpang untuk divisum dan kemudian diserahkan kepada keluarganya untuk dikebumikan,” pungkasnya.(lid/naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved