Pelabuhan Balohan Bertaraf Internasional

Sabang segera memiliki pelabuhan bertaraf internasional, menyusul dilakukannya pembangunan dan revitalisasi Pelabuhan

Pelabuhan Balohan Bertaraf Internasional
RENCANA terminal pelabuhan penumpang yang representatif di Sabang 

* Dibangun di Areal Seluas 5 Hektare

BANDA ACEH - Sabang segera memiliki pelabuhan bertaraf internasional, menyusul dilakukannya pembangunan dan revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Balohan. Luas areal pelabuhan mencapai 5 hektare. Saat ini pembangunan baru tahap pembersihan bangunan lama.

Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), Sayid Fadhil kepada Serambi, Selasa (17/7) menerangkan, PT Cemerlang Samudera Kontrindo sebagai pemenang tender proyek Pembangunan dan Revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Balohan, sejak sepekan ini sudah mulai bekerja untuk membersihkan bangunan lama yang berada di lokasi proyek yang mau dibangun.

Dikatakan, waktu pekerjaan pembangunan pelabuhan penyeberangan yang memiliki nilai kontrak Rp 196,8 Miliar itu selama 18 bulan. “Ditargetkan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Balohan sudah selesai pada 31 Desember 2019, untuk kemudian difungsikan pada Januari 2020,” jelas kata Sayid Fadhil, di Kantor Perwakilan BPKS di Gampong Lambhuk, Banda Aceh.

Kepala BPKS menambahkan, fasilitas pelabuhan yang akan dibangun di lahan seluas 5 hektare itu meliputi ruang tunggu kedatangan, ruang tunggu keberangkatan, ruang VIP, Kantor Otoritas Pelabuhan, Kantor Bea Cukai, Kantor Perhubungan, Mushala, Cafetaria, dan halaman parkir. “Semua fasilitas yang dibangun, mencerminkan sebuah pelabuhan penyeberangan di negara-negara maju seperti di Singapura, Eropa dan Amerika,” ujarnya.

Seluruh fasilitas yang akan dibangun cukup mewah. Desain ruangannya juga sangat modern dan memberi kenyamanan kepada para wisatawan yang datang ke Sabang. “Semua fasilitas yang akan dibangun akan memberikan kepuasan dan kenyamanan bagi masyarakat yang datang maupun yang akan menyeberang,” ujar Sayid Fadhil.

Pelabuhan Balohan perlu dipercantik, kata Sayid, karena pelabuhan ini merupakan pintu gerbang Industri Pariwisata Sabang. Kalau pelabuhan penyeberangan indah dan rapi, selera turis dan wisatawan untuk datang ke Sabang akan semakin meningkat.

Kepala BPKS Sayid Fadhil, menambahkan, keindahan alam dan pemandangan laut Sabang tidak kalah dengan yang ada di Bali maupun Nusa Tenggara Barat (NTB). Hanya saja penanganan objek wisata di Sabang belum maksimal.

Karena itu, kata Sayid, pihak BPKS sejak dua tahun lalu telah mengusulkan program pembangunan dan revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Balohan. Usulan itu di terima Pemerintah Pusat dengan mengalokasikan dananya pada tahun 2017 lalu senilai Rp 215 miliar, tapi karena gagal tender, tendernya diulang kembali tahun ini.

Dikatakan, dalam dua tahun terakhir banyak pejabat dan investor dari luar negeri datang ke Sabang. Misalnya dari Qatar, sudah datang dan menyatakan, akan bangun hotel, resort dan bandara. Dari India, Dubes bersama bersama pengusahanya datang ke Sabang, pekan lalu. Mereka mengaku tertarik investasi pembangunan Rumah Sakit. Sedangkan investor Turki, ingin berinvestasi energi listrik, Amerika ingin bangun dermaga pelabuhan barang.

“Rabu (18/7) ini infonya investor dari Taiwan datang ke Sabang. Mereka berencana membangun hotel dan infrastruktur lain yang dibutuhkan untuk pengembangan industri pariwisata, perdagangan dan perikanan di Sabang,” ujar Said Fadhil.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved