Selebriti

Popularitas Sabyan Gambus Melejit, Para Personel Hadapi Banyak Perubahan

Kehidupan personel grup musik Sabyan Gambus mulai mengalami perubahan semenjak popularitas mereka melejit.

Popularitas Sabyan Gambus Melejit, Para Personel Hadapi Banyak Perubahan
detikHOT
Sabyan Gambus 

SERAMBINEWS.COM - Kehidupan personel grup musik Sabyan Gambus mulai mengalami perubahan semenjak popularitas mereka melejit.

Vokalis Khoirunnisa alias Nissa mengatakan, waktu bersama keluarga menjadi berkurang lantaran setiap hari ada saja jadwal manggung bersama Sabyan Gambus.

"Waktu sama keluarga jadi sedikit banget. Jadi buka bersama sama mereka semua (personel Sabyan Gambus)," ujar Nissa dalam wawancara di Gedung Trans, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (1/6/2018).

Vokalis lainnya, Anisa Rahman, juga mengalami hal serupa. Anisa mengaku malah menjadi agak kikuk telah menjadi terkenal.

"Pastinya ada sih perubahannya. Jadi malu, teman pada ramai inilah itulah. Buka bareng bersama keluarga juga sedikit banget (waktunya). Seringnya sama mereka (personel Sabyan)," ujar Anisa.

Baca: Angin Kencang Tumbangkan Pohon dan Menimpa Rumah Warga di Simeulue

Baca: 18 Parpol Telah Mendaftar ke KIP Aceh Timur, Ini Dua Partai yang tak Daftar Bacalegnya

Lebih lanjut Nissa mengatakan, ia bangga atas pencapaian Sabyan Gambus di industri musik saat ini. Tak hanya dirinya, kata Nissa, keluarganya pun juga ikut bangga.

"Keluarga bangga juga, pastinya dong. Mereka senang aja gitu, enggak nyangka anaknya bisa seperti ini, mem-booming-kan shalawat," kata Nissa.

Sabyan Gambus yang sedang mencuri perhatian penikmat musik nasional itu dibentuk pada 2015.

Awalnya, mereka adalah grup musik yang mengisi acara-acara pesta pernikahan. Dalam akun channel YouTube mereka, @Official Sabyan Gambus, lagu-lagu hasil cover mereka bahkan mendulang angka jutaan view.

Contohnya adalah lagu "Ya Habibal Qolbi" yang diunggah pada 25 Desember 2017 itu sudah ditonton lebih dari 125 juta kali.

Baca: Steffy Burase Tiba di Gedung KPK, Siap Jalani Pemeriksaan Terkait Kasus Irwandi Yusuf

Baca: Defisit Anggaran BPJS Kesehatan Capai Rp 8 Triliun, Bagaimana Strategi Pemerintah Menutupinya?

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved