Gerhana Bulan Total 2018

Gerhana Bulan Total akan Terlihat di Langit Aceh Hampir 4 Jam

Sesuai pengkajian ilmu falak, gerhana bulan total terlama abad ini akan terjadi pada Sabtu (28/7) mendatang

Gerhana Bulan Total akan Terlihat di Langit Aceh Hampir 4 Jam
SERAMBI/M ANSHAR
Proses Super Blue Blood Moon atau gerhana bulan saat awal (kiri), gerhana bulan total (tengah) dan proses akhir gerhana bulan (kanan) direkam menggunakan lensa teleskop refractor 900 mm di Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, Rabu (31/01/18) malam. 

* Pada 28 Juli 2018

LHOKSEUMAWE - Sesuai pengkajian ilmu falak, gerhana bulan total terlama abad ini akan terjadi pada Sabtu (28/7) mendatang pukul 01.25-05.19 WIB. Bila saat itu cuaca langit cerah, masyarakat Aceh akan bisa melihat gerhana bulan terakhir pada tahun ini dari awal hingga selesai dengan lama waktu tiga jam 54 menit atau hampir 4 jam. Dengan demikian, dipastikan Aceh akan menjadi lokasi terbaik untuk pengamatan gerhana tersebut dibanding wilayah lain di Indonesia.

Sekretaris Jurusan Astronomi Islam Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe, Tgk Ismail SSy MA, kemarin, menjelaskan, gerhana bulan terjadi ketika matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus. Gerhana bulan terjadi saat bulan berada pada fase purnama (full moon). Namun, menurutnya, gerhana bulan tak terjadi pada setiap bulan purnama, karena bidang orbit bulan tidak sejajar dengan bidang orbit bumi.

Dalam kajian ilmu falak, sebut Tgk Ismail, gerhana bulan ada tiga macam jenis yaitu gerhana bulan parsial, gerhana bulan penumbra, dan gerhana bulan total. Adapun yang akan terjadi pada 28 Juli mendatang, menurutnya, adalah gerhana bulan total, karena terjadi saat bulan sepenuhnya masuk dalam bidang bayang inti (umbra) bumi. Sehingga, saat puncak gerhana total, bulan terlihat berwarna hitam kemerah-merahan.

Menurut Tgk Ismail, gerhana total yang terjadi pada 28 Juli 2018, secara global dapat dilihat di seluruh wilayah Asia, Australia, dan Amerika bagian selatan. Di Indonesia, gerhana bulan total ini juga akan terlihat dari Sabang sampai Merauke, meski waktu terlihatnya disesuaikan dengan pembagian waktu di daerah masing-masing. “Pastinya, gerhana bulan total selama 3 jam 54 menit itu merupakan yang terlama dalam abad ini. Secara keseluruhan, prosesi gerhana ini hanya bisa disaksikan di wilayah Indonesia bahagian barat seperti Sumatera dan Aceh. Sedangkan wilayah Indonesia Tengah dan Timur, sebagian waktu akhir gerhana tidak bisa diamati lagi, karena posisi bulan sudah terbenam,” jelasnya.

Bila dilihat dari sisi ini, sambung Tgk Ismail, Aceh menjadi daratan terbaik untuk menyaksikan gerhana bulan total kali ini, karena bisa dilihat dari awal sampai akhir. Untuk wilayah Indonesia bagian barat khususnya Aceh, bila cuaca langit cerah, gerhana bulan mulai terlihat pukul 01.25 WIB ditandai dengan terlihat warna hitam memasuki lingkaran bulan di bagian atas sebelah kiri.

Dikatakan, totalitas gerhana mulai terlihat pukul 02.30 WIB yang ditandai dengan permukaan bulan seluruhnya akan berwarna hitam kemerah-merahan. Kondisi ini terlihat sampai pukul 04.13 WIB, dan gerhana akan berakhir pukul 05.19 WIB ditandai dengan hilangnya warna hitam di permukaan bulan di bagian bawah piringan matahari dan mulai saat itu kondisi bulan mulai terlihat terang seperti purnama biasa.

Untuk tahun 2018, tambahnya, ini merupakan gerhana bulan terakhir yang dapat disaksikan. “Karena itu, mari kita sambut peristiwa alamiah sebagai ayat kauniah tanda kekuasaan Allah SWT dengan menyiapkan shalat sunat gerhana secara berjamaah di masjid-masjid, meunasah-meunasah, atau mushalla-mushalla. Perbanyaklah istiqfar dan bersedekah sebagai amalan yang sudah dipraktikan oleh Nabi dan sahabatnya saat gerhana terjadi,” demikian Tgk Ismail Sy.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved