Mantan Cleaning Service RSUZA Divonis Bebas

Majelis hakim Mahkamah Syar’iyah (MS) Banda Aceh memvonis bebas Setia Ramadhan (18), mantan petugas cleaning service

Mantan Cleaning Service RSUZA Divonis Bebas

* Atas Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

BANDA ACEH - Majelis hakim Mahkamah Syar’iyah (MS) Banda Aceh memvonis bebas Setia Ramadhan (18), mantan petugas cleaning service (CS) di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh yang sebelumnya dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap Mawar--bukan nama sebenarnya--ketika sedang dirawat di rumah sakit tersebut.

Putusan itu dibacakan Ketua Majelis Hakim, Drs H Idris Budiman dalam sidang pamungkas di pengadilan setempat, Rabu (18/7).

Sementara pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banda Aceh menuntut Setia Ramadhan dengan hukuman cambuk 80 kali karena melanggar Pasal 47 juncto Pasal 1 butir 27 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Majelis hakim dalam pertimbangannya menyampaikan bahwa jaksa tidak mampu menghadirkan saksi yang melihat langsung terdakwa melakukan pelecehan terhadap korban. Oleh karenanya, terdakwa dibebaskan. “Menyatakan terdakwa Setia Ramadhan tidak bersalah dan membebaskan terdakwa dari semua dakwaan jaksa,” kata Idris sebagaimana disampaikan Kuasa Hukum Setia, Rudi Sebastian SH dari YBHA Peutuah Mandiri.

Menurut Rudi, putusan itu telah memenuhi rasa keadilan bagi kliennya karena jaksa tidak mampu membuktikan minimal dua alat bukti. “Ini keadilan bagi terdakwa. Alasan terdakwa yang menyatakan dia tidak melakukannya ternyata majelis hakim sepakat dengan itu,” kata Rudi.

Terkait sempat beredarnya potongan video yang menampilkan terdakwa meminta maaf kepada korban, menurut Rudi, penyampaian maaf itu disampaikan terdakwa dalam keadaan dipaksa. Pengakuan itu, lanjutnya, terbukti dalam persidangan, padahal terdakwa tidak melakukan pelecehan terhadap korban.

Sementara JPU Kejari Banda Aceh, Dhika Savana SH mengaku tidak menerima putusan itu dan pihaknya akan mengajukan kasasi. “Kami akan ajukan kasasi,” kata Dikha.

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan dakwaan jaksa kasus pelecehan seksual yang dialami Mawar terjadi pada Kamis, 5 Oktober 2017 sekira pukul 12.00 WIB di recovery room atau ruang pascaoperasi ketika korban baru selesai melakukan operasi telinga. Saat itu korban masih dalam keadaan lemas karena pengaruh obat bius. Sedangkan suasana di ruangan tersebut dalam keadaan sepi. Ketika itulah, terdakwa masuk ke ruang itu dan berdiri di sebelah kanan korban untuk melakukan pelecehan seksual. Tapi semua tuduhan itu dibantah terdakwa. Sebelum kasus itu disidangkan, kasus itu juga sempat heboh di media sosial.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved