London Dungeon, Museum Tentang Lembaran Hitam Sejarah Inggris yang Dibuka di London

Museum baru ini diterangi oleh nyala lilin dan sinar yang remang-remang tersembunyi di belakang sarang labah-labah dari plastik.

Intisari Online
London Dungeon 

Suatu peringatan ditulis di situ: "Pertunjukan ini tidak untuk para  pengunjung yang penakut atau cepat merasa mual. Dan harus  menanggung risiko sendiri kalau mimpi jelek".

London Dungeon ini gagasan Nyonya Annabel Geddes, seorang ibu muda dengan 3 orang anak, yang dengan cepat menjadi seorang ahli dalam sejarah "lembaran hitam" di Inggris.

Baca: Gudang Milik ISIS Penuh Senjata Buatan Israel, Ditemukan Oleh Tentara Suriah 

Gagasan ini timbul ketika ia mengunjungi Tower of London. Pada waktu itu anak-anaknya mengatakan padanya alangkah lebih menarik kalau di situ terdapat mayat-mayat. Sekarang di bawah lengkungan bergema Dungeon itu terdapat mayat-mayat, orang-orangan dengan wajah menyedihkan atau hampif mati.

Museum ini terletak di Tooley Street, seberang sungai Thames dekat Tower of London, di mana dulu pernah ada sebuah kamar penganiayaan, kuburan, dan lubang yang dalam untuk mayat korban wabah penyakit.

Apakah pelajaran yang dapat ditarik pengunjung dari London Dungeon itu? Bahkan walaupun dunia sekarang ini masih penuh dengan agressie, bentrokan dan bahaya, tapi toh masih lebih baik keadaannya dari pada dulu. (BBC London Letter).

Artikel ini tayang pada Intisari Online dengan judul : London Dungeon, Museum Tentang Kekerasan yang Dibuka di London

Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved