Sapi Bantuan tak Sesuai Spek

Sejumlah peternak sapi dari berbagai kabupaten/kota di Aceh mengeluhkan atau melaporkan pernah menerima sapi bantuan

Sapi Bantuan  tak Sesuai Spek
Wakil Ketua I DPRA, Drs Sulaiman Abda MSi bersama Kabid Keswan, Dinas Peternakan Aceh, Drh Muslim melihat kondisi kesehatan ternak sapi, kerbau, dan kambing akan dijadikan ternak kurban di pasar hewan Sibreh, Aceh Besar, Kecamatan Suka Makmur, Rabu (23/8). 

* Peternak Lapor ke Kadistannak Aceh

BANDA ACEH - Sejumlah peternak sapi dari berbagai kabupaten/kota di Aceh mengeluhkan atau melaporkan pernah menerima sapi bantuan Dinas Peternakan daerah masing-masing tak sesuai spesifikasi atau spek. Selain itu, ada juga yang melaporkan bahwa sapi tak juga hamil, padahal sudah disuntik atau dilakukan inseminasi buatan (IB) gratis.

Hal ini seperti disampaikan Syarifuddin, anggota kelompok peternak sapi dari Aceh Selatan kepada Kepala Dinas Peternakan (Kadistannak) Aceh, drh Rahmandi Msi serta pejabat terkait lainnya saat sesi tanya jawab seusai pembukaan dan pemberian materi pada pelatihan usaha peternakan mandiri 2018 di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Jumat (20/7). Para pejabat terkait yang memberi pelatihan itu, selain Kadistannak Aceh, juga Kabid, Kasi Produksi, serta penyuluh peternakan.

Dalam acara diadakan Distannak Aceh dan diikuti kelompok peternak sapi se-Aceh ini, Syarifuddin melaporkan bahwa dirinya pernah menerima sapi bantuan, namun tak sesuai spesifikasi, yakni tingginya 95 cm, padahal yang dijanjikan 105 cm. Namun, ia tak menyebutkan sapi itu bantuan tahun berapa.

Laporan hampir sama juga disampaikan Muktar, anggota kelompok peternak sapi dari Banda Aceh. Ia juga mengungkapkan beberapa tahun lalu juga pernah menerima sapi bantuan pemerintah, namun juga tak sesuai spesifikasi, tingginya 80-85 cm, padahal yang dijanjikan 105 cm. Sedangkan peserta kelompok peternak sapi dari Pulo Nasi, Aceh Besar dan Bireuen, melaporkan bahwa sapi mereka tak juga hamil, padahal sudah tiga bulan dilakukan kawin suntik atau inseminasi buatan (IB) gratis oleh petugas.

Masih usaha sampingan
Sebelumnya, kemarin Kadistannak Aceh, Rahmandi dalam sambutannya saat membuka acara ini, mengatakan masih banyak kelompok tani ternak di Aceh yang hidupnya belum sejahtera, meski sudah puluhan tahun melakukan usaha tersebut. Hal ini ternyata usaha peternakan itu hanya dijadikan sampingan. “Oleh karena itu, pelatihan ini tujuannya mengajak kelompok tani ternak lebih memfokuskan usaha peternakan sebagai usaha utama, bukan usaha sambilan,” kata Rahmandi.

Ia menambahkan pelatihan itu juga dimaksudkan untuk memberikan penyuluhan informasi terbaru tentang strategi peternakan, seperti pengetahuan baru tata cara mengolah pakan bagus untuk mempercepat pertumbuhan berat sapi, bukan hanya memberi rumput yang banyak, melainkan juga harus diberikan makanan tambahan lainnya. Adapun hari ini, Sabtu (21/7), jadwalnya para peserta ini akan melihat praktik penggemukan sapi di Saree, Aceh Besar.

Tak Sesuai,
Jangan Terima
Menanggapi laporan adanya sapi bantuan tak sesuai spesifikasi, Kadistannak Aceh,Rahmandi pada kesempatan itu mengatakan seharusnya saat diserahkan itu, penerima tak menerima sapi yang tak sesuai spesifikasi tersebut, melainkan dilapor kepada pihak Dinas Peternakan agar rekanan bisa menggantinya. “Sebaliknya karena anggota kelompok tani ternak menerimanya, maka pihak pelaksana proyek pada Dinas Peternakan menilai penyalurannya sudah dilakukan,” kata Rahmandi.

Sedangkan terkait banyak sapi yang dikawin melalui suntik IB tak juga hamil, menurut Rahmandi hal itu antara lain karena mantri atau petugas kurang teliti. Misalnya, sapi belum masa birahi, langsung disuntik, sehingga takkan hamil, di samping ada juga sebagian sapi memang sulit hamil.

“Dua laporan ini menjadi catatan kami, jika nanti ada terjadi kasus serupa secepatnya dilaporkan ke Dinas Peternakan Aceh. Kemudian jika masih ada anggota kelompok tani ternak yang sapinya mau dikawin suntik dengan benih IB, bisa menyampaikan kepada panitia setelah pelatihan ini agar dicatat untuk ditinjau ke lokasi,” ujar Rahmandi. (her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved