Pabrik Teh akan Dibangun di Bener Meriah

Investor asal Taiwan yang tergabung dalam delegasi Aceh Taiwan Bussiness Club (ATBC) berencana akan

Pabrik Teh akan Dibangun di Bener Meriah
PENGUSAHA Taiwan bersama Plt Bupati Bener Meriah, Sarkawi, ketika melakukan percobaan terhadap teh yang masih ditanam di Bener Meriah. Acara tersebut berlangsung di Pendopo Plt Bupati Sabtu (21/7). Rencananya, investor tersebut akan membangun pabrik teh di Bener Meriah. 

REDELONG - Investor asal Taiwan yang tergabung dalam delegasi Aceh Taiwan Bussiness Club (ATBC) berencana akan melakukan investasi dengan membangun pabrik teh di Kabupaten Bener Meriah.

Hal tersebut disampaikan Jasson, Ketua Delegasi ATBC yang didampingi beberapa anggota dari Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Aceh, kepada Serambi ketika melakulan lawatan Bener Meriah, Sabtu (21/7). “Awalya, kami bergerak untuk membangun ekonomi masyarakat Aceh paska tsunami dan perdamaian, tetapi baru saat ini dapat berkunjung ke Bener Meriah,” katanya.

Jasson menjelaskan pihaknya memfokuskan pada sektor real, karena 65 persen pekerjaan masyarakat berprofesi sebagai petani. “Jadi, kita ingin terlibat pada sektor prosuksi, peningkatan nilai tambah, serta jaminan pasar, khususnya untuk tanaman teh,” kata Jasson.

Hal itu disampaikannya ketika menggelar pertemuan dengan Plt Bupati Bener Meriah, Sarkawi, di pendopo bupati. Dia menjelaskan, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan akan menjajaki sektor lainnya yakni komoditi kopi dan kentang.

Jasson menyebutkan, dia beserta rombongan yang terdiri dari pengusaha dan ahli pertanian dari Taiwan telah melibat beberapa lokasi di Bener Meriah dalam dua hari terakhir ini. Dia mengaku potensi pertanian di Bener Meriah sangat besar, sehingga akan dapat dikembangkan.

“Salah satu yang menarik perhatian kami adalah keberadaan teh Redelong yang dikatakan pernah berjaya di era kolonialis Belanda, lebih kurang 100 tahun yang lalu. Juga dikatakan, dulunya kebun teh disini sangan luas, sempat juga dibangun pabrik teh yang besar, namun sekarang sudah tidak ada lagi,” katanya.

Dijelaskan, dalam rombongan juga ada beberapa ahli teh, dimana berdasarkan cupping ahli, memberi poin 90 untuk kualitas teh Redelong, namun masih terdapat kelemahan paska panen. Jasson menyatakan siap memberi bantuan untuk meningkatkan kemampuan petani teh.

Saat ini, tanaman teh di Kabupaten Bener Meriah, sebagian besar ditanam sebagai pembatas atau pagar kebun kopi milik warga. Sedangkan perkebunan teh eks perkebunan kolonial Belanda masih terdapat di Kampung Pondok Gajah dan sekitar wilayah Pondok Baru.

“Fokus utama kami agar bisa berkolaborasi, apa yang ada disini, dan apa yang bisa kami bawa dari Taiwan. Sebagai contoh seorang ahli pertanian dan pengusaha yang kami bawa ke Bener Meriah telah berinvestasi di perkebunan teh Vietnam dan berharap dapat melakukan hal yang sama di Gayo,” ujarnya, seraya menambahkan investasi di sektor pertanian berbentuk jangka panjang, bukan bisnis yang hanya datang sekali.

Sementara itu, Plt Bupati Bener Meriah, Sarkawi, dalam kesempatan itu menjelaskan Taiwan merupakan salah satu negara dengan teknologi tinggi di bidang pertanian. Dia berharap, dengan kunjungan tersebut bisa memberikan hal yang positif bagi Bener Meriah.

“Kami menawarkan kerjasama untuk berkolaborasi disini, karena kita punya sumber daya alam, mungkin teman-teman di Taiwan punya hal yang lainya untuk bisa dikolaborasikan. Misalnya teknologi dan sumber daya manusianya,” harapnya.

“Untuk pertanian teh ini, kita harus mulai dari nol. Di atas bandara ada lahan seluas seribuan hektare dan kalau kita tanami dengan tanaman unggulan disitu, bisa luar biasa hasilnya,” jelas Sarkawi. Dia menyatakan tanah milik masyarakat juga dibisa maksimalkan, karena masih relatif kosong, tetapi harus diuji terlebih dahulu, apakah sesuai atau tidak.

Disebutkan, pihaknya menyambut baik dan akan mempersiapkan hal-hal yang dianggap penting, mulai dari kesiapan lahan, keterlibatan masyarakat, regulasi, bentuk kesepakatan dan konsultasi dengan berbagai pihak. Untuk investasi, katanya, masih banyak terdapat lahan kosong, khususnya di Kecamatan Bukit dan Bandar.(c51)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved