Pecabulan Anak Kerap Libatkan Orang Dekat

Pelaku kasus pencabulan atau pelecehan seksual terhadap anak umumnya dilakukan orang terdekat korban

Pecabulan Anak Kerap Libatkan Orang Dekat
KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO
Ilustrasi 

SUKA MAKMUE - Pelaku kasus pencabulan atau pelecehan seksual terhadap anak umumnya dilakukan orang terdekat korban. “Belasan kasus yang kami temui di lapangan, pelaku pencabulan terhadap anak kebanyakan orang-orang terdekat korban, di antaranya, paman korban, ayah tiri, mantan kepala desa, pacar, dan kasus baru-baru ini adalah oknum guru mengaji,” ungkap Supervisor Program Keluarga Harapan (PKH) Kemensos RI yang bertugas di Dinas Sosial Kabupaten Nagan Raya Arifin SSos I kepada Serambi, Sabtu (21/7) menanggapi kasus pencabulan terhadap anak di Kubang Gajah, Kecamatan Kuala Pesisir yang terungkap pada Rabu lalu.

Ia menyebutkan pelaku kekerasan atau pelecehan seksual 90 persen itu dikenal oleh korban, 30 persen pelakunya adalah keluarga sendiri, dan 60 persen berasal dari kenalan seperti tetangga, pacar, bahkan oknum guru mengaji seperti kasus yang mencuat ke publik baru-baru ini.

Oleh karena itu, masyarakat begitu percaya kepada seseorang yang dianggap bisa melindungi anak, dan meninggalkan buah hati mereka kepada mereka. “Karena pelaku adalah orang terdekat, ya tidak menutup kemungkinan orang yang dituakan terkadang bisa khilaf dan melakukannya.

Masalah ini jangan sampai menghilangkan kepercayaan terhadap orang yang kita tuakan akan tetapi semua orang tua wajib waspada untuk melindungi anak-anak kita,” kata Arifin.

Ia menyaranan agar para orangtua dan masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap pengasuhan anak dengan berkaca kepada beberapa kasus yang ada untuk dijadikan sebuah pelajaran berharga.

Menurut Arifin tindakan pelaku bukan saja karena ada niat, namun juga ada kesempatan. “Waspada dan pengawasan ketat terhadap anak jangan hanya dilakukan seperti saat ada isu penculikan anak saja, karena pelaku kejahatan itu selalu berada di lingkungan kita yang tidak bisa diduga sebelumnya, dan kejahatan itu datang bukan karena ada niat, akan tetapi karena ada kesempatan,” tambah Arifin.(c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved