Luar Negeri

Rusia Desak Amerika Serikat Bebaskan Perempuan yang Ditahan Atas Tuduhan Mata-mata

Pemerintah Rusia mendesak kepada AS untuk segera membebaskan seorang perempuan warga negaranya yang ditahan dengan tuduhan sebagai mata-mata.

Rusia Desak Amerika Serikat Bebaskan Perempuan yang Ditahan Atas Tuduhan Mata-mata
Maria Butina ditangkap pemerintah Amerika Serikat atas tuduhan menjadi agen mata-mata Rusia. (Facebook/Maria Butina) 

SERAMBINEWS.COM, MOSKWA - Pemerintah Rusia mendesak kepada AS untuk segera membebaskan seorang perempuan warga negaranya yang ditahan dengan tuduhan sebagai mata-mata.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov telah menghubungi Menlu AS Mike Pompeo pada Sabtu (21/7/2018), untuk mengeluhkan penahanan atas Maria Butina (29) dan menyebut AS telah menjatuhkan tuduhan palsu kepadanya.

Butina dituding telah menjalin hubungan dengan kelompok politik di AS, termasuk Asosiasi Senjata Nasional (NRA) yang memiliki lobi kuat tentang hak kepemilikan senjata.

Dia juga dianggap punya kedekatan dengan Partai Republik.

"Menteri Lavrov menekankan bahwa tindakan otoritas AS yang telah menahan warga negaranya atas tuduhan palsu sama sekali tidak dapat diterima dan harus dibebaskan secepatnya," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataannya.

Baca: Pangeran William dan Kate Middleton Ternyata Simpan Rahasia Besar ini Demi Melindungi George

Baca: Mimpi Luna Maya Buka Usaha Kuliner Terwujud, Ini Target Pelanggannya

Butina ditangkap pada Minggu (15/7/2018) di Washington, dan dihadirkan ke persidangan pada Senin (16/7/2018). Demikian dilansir AFP.

Departemen Kehakiman menyatakan, Butina telah melanggar hukum AS dengan tidak mengungkapkan kepada pihak berwenang AS bahwa dia bertindak atas nama pemerintah Rusia.

Butina dianggap memiliki hubungan dekat dengan petinggi Rusia, yang diduga kuat adalah Alexander Torshin, seorang politisi Rusia.

Baca: Mahfud MD Dinilai Paket Lengkap untuk Cawapres Jokowi di Pilpres 2019

Baca: Pilih Tempe Dibungkus Plastik atau Daun Pisang? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Saat ini, Torshin merupakan pejabat senior bank sentral Rusia dan mantan anggota parlemen Rusia.

Dia juga salah satu dari sejumlah pejabat senior Rusia yang terkena sanksi AS.

Pengacara Butina, Robert Driscoll, mengatakan dalam sebuah pernyataan, kliennya bukanlah seorang agen mata-mata.

Butina merupakan mahasiswi jurusan hubungan internasional yang mencari gelar untuk mengejar karier dalam bisnis.

"Tidak ada indikasi Butina berusaha untuk mempengaruhi atau melemahkan kebijakan atau hukum tertentu atau negara Amerika Serikat," tulisnya.

Dalam komunikasi telepon tersebut, kedua diplomat juga saling bertukar pandangan tentang cara memperbaiki dan mengembangkan hubungan kerja sama AS dengan Rusia.(AFP)

Baca: KPK Tahan 4 Tersangka Kasus Dugaan Suap di Lapas Sukamiskin

Baca: Napi di Lapas Sukamiskin Bayar hingga Rp 500 Juta untuk Fasilitas Mewah, Dirjen PAS Sebut Luar Biasa

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Moskwa Desak AS Bebaskan Perempuan Rusia yang Dituduh Menjadi Mata-mata"

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved