Mengapa Astronot Eropa Harus Bisa Bahasa Mandarin? Ini Alasannya

ini didasarkan pada teknologi pesawat ruang angkasa Soyuz buatan Rusia dan terlihat sangat mirip.

Mengapa Astronot Eropa Harus Bisa Bahasa Mandarin? Ini Alasannya
ici.radio-canada.ca
Astronot 

SERAMBINEWS.COM - Matthias Maurer tidak pernah menyangka bahwa dalam perjalanan karirnya dia harus ikut pelatihan bertahan hidup di laut dengan astronot China.

"Menarik dan santai," ujar astronot Badan Ruang Angkasa Eropa Jerman (ESA) ini.

"Saya mengambang di sana di rakit kehidupan, melihat ke langit - saya hanya butuh musik dan itu membuat saya seperti sedang liburan di Hawaii," sambungnya.

Latihan itu berlangsung tahun lalu di pusat pelatihan yang baru dibangun di dekat kota pesisir Yantai, sekitar satu jam penerbangan ke sebelah tenggara Beijing.

Baca: Hari Anak Nasional 2018, Aceh Sabet 4 Penghargaan, Ada Si Penemu Tenaga Listrik Pohon Kedondong

Baca: Wali Nanggroe Kukuhkan Majelis Tuha Lapan dan Majelis Fatwa, Beranggotakan Mukim dan Alim Ulama

Berlatih Bersama

Selama dua minggu, Maurer dan para astronot ESA lain, Samantha Cristoforetti, tinggal dan bekerja bersama rekan-rekan China mereka.

"Kami berlatih bersama, tinggal di gedung yang sama dengan astronot China, berbagi makanan yang sama dan itu adalah pengalaman yang cukup intens," kata Maurer.

"Rasanya seperti menjadi bagian dari keluarga - itu benar-benar berbeda dengan berada di Houston, di mana saya menyewa apartemen dan melihat rekan-rekan saya hanya selama sesi pelatihan dua atau tiga jam," kenangnya.

Baca: Bule Norwegia Persunting Gadis Aceh, Fotonya Viral di Medsos  

Baca: BREAKING NEWS - Peneror Bom Jalan Pari Lampriek Ternyata Keluarga Korban dan Pernah Tinggal Bersama

Sementara badan antariksa lain menjalankan latihan pembentukan tim khusus untuk membantu para astronot bekerja bersama, orang China telah mengadopsi pendekatan yang lebih mendasar.

"Para astronot China bahkan menghabiskan liburan mereka bersama, mereka saling mengenal dengan baik sehingga mereka seperti saudara," kata Maurer.

Halaman
1234
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved