Saat Santri Makan Siang, Api Muncul dan Membakar Asrama Pesantren Darul Iman Timang Gajah

Untuk sementara, santri tersebut akan tinggal di rumah pribadinya, balai pengajian, masjid, serta arsama lain di pesantren itu.

Saat Santri Makan Siang, Api Muncul dan Membakar Asrama Pesantren Darul Iman Timang Gajah
SERAMBINEWS.COM/MUSLIM ARSANI
Kondisi asrama Pesantren Darul Iman, Kampung Kulem Para Kanis, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah setelah terbakar pada Senin (23/7/2018). 

Laporan Muslim Arsani | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Musibah kebakaran menimpa Pesantren Darul Iman di Kampung Kulem Para Kanis, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Senin (23/7/2018).

Setidaknya dua ruangan berkontruksi permanen ludes terbakar.

Pemilik Pesantren, Tgk Iswandi Hakim, saat dikonfirmasi Serambinews.com, mengatakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 13.15 WIB, saat para santri sedang lahap makan siang di dapur pesantren.

Tiba-tiba asap mengepul di salah satu ruangan, hingga kemudian membesar dan membakar dua ruangan, yakni asrama santri laki-laki dan ruangan belajar mengajar sekaligus ruang guru atau ustaz.

"Kebiasaan kita di sini, setelah shalat zuhur, santri makan siang. Tiba-tiba sesaat kemudian muncul api di salah satu ruangan. Tapi alhamdulillah, saat kejadian kondisi ruangan kosong, sehingga tidak ada korban dari santri," katanya.

Tgk Hakim juga menjelaskan, ruangan yang terbakar tersebut merupakan asrama santri laki-laki yang dihuni sebanyak 25 orang.

Untuk sementara, santri tersebut akan tinggal di rumah pribadinya, balai pengajian, masjid, serta arsama lain di pesantren itu.

"Untuk proses belajar mengajar tetap dilanjutkan meski ada musibah," katanya.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Agus Amvera, saat ditanyai Serambinews.com, mengatakan pihaknya bersama tim reaksi cepat (TRC) langsung bergerak ke lokasi setelah mendengar kabar tersebut.

"Ada empat damkar yang kita terjunkan untuk memadamkan api, diduga asal api dari korsleting listrik. Sementara untuk kerugian ditaksir mencapai Rp 400 juta," ungkapnya.(*)

Penulis: Muslim Arsani
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved