Hormati Proses Hukum, Jaga Perdamaian Aceh

Bakhtiar Abdullah yang menyebut dirinya sebagai Juru Bicara (Jubir) Gerakan Aceh Merdeka (GAM) meminta semua pihak

Hormati Proses Hukum, Jaga Perdamaian Aceh
Bakhtiar Abdullah

BANDA ACEH - Bakhtiar Abdullah yang menyebut dirinya sebagai Juru Bicara (Jubir) Gerakan Aceh Merdeka (GAM) meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang dijalani Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus dugaan penerimaan suap dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018.

Seruan itu disampaikan Bakhtiar dalam siaran pers yang diterima Serambi, Senin (23/7). “Sangat prihatin dengan penangkapan Gubernur Aceh dan mendesak semua pihak untuk patuh kepada proses hukum yang sedang berjalan, tidak melakukan tindakan yang anarkis yang dapat merusak perdamaian Aceh,” katanya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Gubernur Irwandi Yusuf bersama Bupati Bener Meriah Ahmadi, Ajudan Gubernur Aceh Hendri Yuzal, dan seorang pengusaha, T Saiful Bahri sebagai tersangka setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus dugaan praktik suap DOKA 2018.

Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (4/7) menyebutkan Bupati Bener Meriah diduga memberikan uang Rp 500 juta kepada Irwandi yang merupakan bagian dari Rp 1,5 miliar sebagai commitment fee proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari DOKA 2018.

Menurut Bakhtiar, GAM sangat merasa prihatin dengan musibah yang tidak disangka-sangka itu. Namun, dia tetap mengajak seluruh rakyat Aceh untuk tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menghormati asas praduga tak bersalah terhadap Irwandi Yusuf.

Terkait dengan praktik korupsi, Bakhtiar mengaku bahwa GAM tetap tidak menerima praktik rasuah itu berkembang di Aceh. Pihaknya sepakat untuk melawannya. “GAM tetap komit untuk melawan korupsi dan jangan ada pihak yang mengolok-olok GAM dengan penangkapan ini,” ujar dia.

Melalui siaran persnya, Bakhtiar Abdullah juga mengingatkan masyarakat luar Aceh agar tidak menghina martabat Aceh atau mengejek syariat Islam yang berlaku di Aceh dengan mengaitkannya dengan korupsi. Menurutnya, siapapun yang mengaitkannya, kata Bakhtiar, itulah provokator yang memecahbelah dan harus dijauhi.

Begitu juga kepada pihak yang ingin membela Irwandi seperti yang dilakukan Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB) beberapa waktu lalu di Banda Aceh, Bakhtiar meminta agar menyampaikan pendapat dengan cara yang demokratis serta menjauhi segala ancaman dan intimidasi.

“Dalam kasus penangkapan ini, KPK dan penegak hukum harus melakukan proses dengan fair, Gubernur Irwandi Yusuf wajib dihargai hak-haknya sebagaimana warga negara yang lain. Kami mendapat informasi penting perihal penangkapan ini yang bertentangan dengan yang disampaikan oleh Jubir KPK kepada publik,” ungkap Bakhtiar.

Oleh karena itu, lanjut Bakhtiar, GAM terus memantau dengan seksama seluruh proses hukum ini dan berharap agar secepatnya diselesaikan secara hukum sehingga tidak menimbulkan keresahan di Aceh. “Mari kita berdoa semoga perdamaian Aceh selalu terjaga,” pungkas Bakhtiar. (mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved