Petugas Kembali Amankan Siswa Bolos

Personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kota Banda Aceh kembali mengamankan

Petugas Kembali Amankan Siswa Bolos
Enam siswa bolos sekolah yang diamankan petugas Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh itu, terdiri dari tiga orang siswa SMK Negeri 2 Banda Aceh dan dua orang dari SMP Negeri 16 Banda Aceh, serta satu orang siswa dari SMP Negeri 18 Banda Aceh. 

BANDA ACEH - Personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kota Banda Aceh kembali mengamankan tiga siswa SMA yang bolos sekolah, Senin (23/7), di kawasan Merduati, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh. Ketiga siswa yang masih mengenakan seragam sekolah itu diboyong petugas ke Kantor Satpol PP saat sedang asyik nongkrong di sebuah warung kopi.

Plh Kepala Satpol PP dan WH Banda Aceh, Evendi A Latif, kemarin mengatakan, tim yang dipimpin Danton WH, Fadli M Nur SHi menemukan tiga siswa SMA di warkop saat jam belajar. Ketiga remaja yang ditangkap itu yakni YK (15) siswa kelas I SMA 14 Lampaseh, ST (17) siswa kelas 2 SMA 13 Banda Aceh, dan ZK (18) siswa kelas 3 SMK 1 Muhammadiyah.

“Satpol PP semakin aktif merazia siswa yang berkeliaran saat jam sekolah. Kami panggil orang tuanya, membuat surat pernyataan, dan membina siswa bolos ini,” ujar Evendi. Dijelaskan, para siswa itu melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2000 Jo Qanun Nomor 11 Tahun 2002 Tentang Pelaksanaan Syariat Islam Bidang Aqidah, Ibadah, dan Syiar Islam.

Kepada orang tua, Evendi berpesan agar dapat menjaga anak-anaknya dan memastikan mereka masuk ke sekolah pada pagi hari. Sebab menurutnya, tidak sedikit anak yang mengaku pergi ke sekolah, tapi justru berseliweran di pusat kota. “Para siswa yang ditangkap ini beralasan mereka terlambat sampai di sekolah, dan tidak diizinkan lagi masuk kelas,” kata dia.

Sementara kepada pihak sekolah, Evendi berharap para guru dapat mengontrol para siswa saat jam sekolah. Selain itu, apabila ada siswa yang terlambat datang sekolah agar diberikan hukuman lainnya yang lebih bijak. “Jangan malah disuruh pulang. Berikan lah hukuman yang mendidik, bukan yang merugikan siswa,” tegasnya.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved