Surati Hingga Temui Presiden Jokowi, Ini Alasan Walkot Sakti Perjuangkan Jalan Aceh-Sumut

Jalan nasional tersebut menjadi satu-satunya akses ekonomi dan pasokan sembako atau bahan lain dari Medan,

Surati Hingga Temui Presiden Jokowi, Ini Alasan Walkot Sakti Perjuangkan Jalan Aceh-Sumut
ist
WALI KOTA Subulussalam, Merah Sakti berjabat tangan dengan Presiden RI Joko Widodo usai berdialog dan menyampaikan usulan pembangunan insfratruktur prioritas, Senin (23/7/2018) lalu di Istana Presiden Bogor, Jawa Barat. 

Laporan Khalidin | Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Perbaikan akses jalan nasional Aceh-Medan melalui Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara termasuk salah satu usulan Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti  saat bertemu Presiden Joko Widodo, Senin (23/7/2018) di Istana Presiden Bogor, Jawa Barat.

Akses ekonomi dan pasokan sembako menjadi alasan utama mengapa sang wali kota ini getol memperjuangkan peningkatan jalan yang berada di kabupaten tetangga itu.

Walkota Merah Sakti saat dihubungi Serambinews.com membeberkan sejumlah alasan mengapa dia begitu getol memperjuangkan peningkatan jalan nasional Aceh-Medan disamping pembangunan insfratruktur lainnya.

Baca: Walkot Subulussalam ‘Curhat’ Soal Sertifikat Tanah Warga Eks Transmigrasi ke Presiden Jokowi

Alasannya, kata Walkot Sakti, jalan nasional tersebut menjadi satu-satunya akses ekonomi dan pasokan sembako atau bahan lain dari Medan menuju Subulussalam Aceh atau sebaliknya.

Dikatakan, hasil perkebunan, pertanian dan perikanan dari delapan kabupaten/kota di Aceh wilayah barat selatan semuanya dijual ke Medan, Sumut melalui jalan nasional Pakpak Bharat.

Sebaliknya, untuk kebutuhan sembako, bahan bangunan dan keperluan lain masyarakat Subulussalam termasuk kabupaten lain di wilayah barat selatan semua berasal dari Medan.

Aksesnya, lanjut Sakti hanya melalui jalur darat.

”Pasokan barang atau pengiriman untuk barat selatan itu dari jalur darat, laut dan udara tidak ada. Jadi ini lah alasan kita memperjuangkan,” kata Walkot Sakti.

Lebih jauh dikatakan, masyarakat Subulussalam dan kabupaten lain di wilayah barsela sudah pernah mengalami hal pahit kala jalur Pakpak Bharat longsor hingga akses transportasi putus total tahun 2000 silam.

Kala itu, pasokan sembako atau hasil pertanian harus dibawa keliling dengan jarak makin jauh dan medan jalan cukup parah via Tapanuli atau Sibolga.

Baca: Wali Kota Subulussalam Jumpai Langsung Presiden Jokowi, Sampaikan Empat Usulan

Kejadian terbaru  yakni menjelang puasa lalu, jalur Pakpak Bharat putus akibat longsor hingga transortasi di sana lumpuh.

Hubungan ekonomi masyarakat Subulussalam dan tujuh kabupaten seperti Aceh Singkil, Aceh Selatan, Simelue, Abdya, Nagan raya dan Meulaboh bahkan Aceh Jaya melalui Medan, Sumut.

Lantaran itulah, Sakti meminta presiden untuk memperhatikan jalan nasional di sana.

Sakti pun mengaku menyampaikan bahwa dialah yang menyurati Presiden Jokowi beberapa bulan lalu.  (*)

Penulis: Khalidin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved