Adnan Ganto Beri Kuliah Umum di Umuslim

Dr Adnan Ganto MBA, putra Aceh yang mantan bankir, Selasa (24/7) kemarin, menyampaikan kuliah umum

Adnan Ganto Beri Kuliah Umum di Umuslim
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Pakar ekonomi dan perbankan dunia asal Aceh, Dr (HC) H Adnan Ganto MBA, memberi kuliah umum di Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen, Selasa (24/07/2017). 

BIREUEN - Dr Adnan Ganto MBA, putra Aceh yang mantan bankir, Selasa (24/7) kemarin, menyampaikan kuliah umum (stadium general) tentang ‘Perang Dagang Amerika-Cina dan Dampaknya terhadap Perekonomian Indonesia, serta Cara Berinvestasi Paling Menguntungkan di Era Krisis” di Aula Ampon Chik Peusangan, Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen.

Kuliah umum dihadiri puluhan akademisi, pejabat, maupun pengusaha termasuk ratusan mahasiswa Umuslim dan perguruan tinggi lainnya di Bireuen. Paparan yang menggunakan slide mendapat sambutan hangat dari para peserta, apalagi dalam penyampaian diramu dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami yang dipandu Redaktur Pelaksana Harian Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika.

Sebelum acara pokok dimulai, tim kesenian Mirah Delima dari Umuslim di bawah binaan Hj Nuryni A Racham SPd tampil membawa tarian rapai geleng dan tarian lainnya, kemudian tampil grup seudati Syek Jamal dari Aceh Utara. Rektor Umuslim Dr Amiruddin Idris SE MSi dalam sambutannya mengatakan, suatu kebanggaan bagi Umuslim terutama bagi civitas akademika dan unsur lainnya dapat mengikuti kuliah umum dari putra Aceh kelahiran Buloh Blang Ara dan tokoh ekonomi dunia yang telah memangku berbagai jabatan baik di Indonesia maupun luar negeri, khususnya bidang ekonomi.

Pertemuan kuliah umum kemarin dihadiri Wakil Rektor II Unsyiah Dr Agussabti, Ketua Senat Unsyiah Prof Dr Said Muhammad, Guru Besar Unsyiah Prof Ahmad Humam Hamid, mantan Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Yusny Saby, Kepala Bappeda Aceh Azhari Hasan MSi, Rektor Unimal Prof Dr Apridar, mantan rektor Unimal Prof Dr M Hadi Arifin, mantan Warek IV Unimal Dr Iskandar Zulkarnain.

Kegiatan ini juga dihadiri Farhan Hamid, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi serta unsur Forkopimda Bireuen dan ratusan mahasiswa. Materi kuliah umum setebal 19 halaman dipapar secara lugas dan ilmiah terkait dengan perkembangan ekonomi saat ini. Di akhir paparan, Adnan Ganto menyebutkan, melihat ekonomi global yang terus bergejolak akibat krisis utang, Indonesia perlu mengendalikan pinjaman luar negeri secara terukur.

Memperbesar utang luar negeri dapat menjadi ancaman di masa depan, terutama ketika nilai tukar rupiah melemah terhadap US Dolar. Walaupun pencapaian ekonomi Indonesia secara konsisten dapat diraih, namun masalah kualitas pertumbuhan masih belum mampu menyerap tenaga kerja yang optimal untuk menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan yang signifikan.

Dikatakan, potensi penurunan konsumsi masyarakat harus menjadi perhatian serius, karena akan berdampak besar pada pengeluaran. Hampir 60% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia adalah konsumsi masyarakat. Indonesia perlu mengutamakan pembangunan proyek infra-struktur strategis secara masif.

Karena pembangunan infrastruktur adalah padat modal, dengan demikian akan memberikan efek peningkatan padat karya untuk menyerap lapangan pekerjaan baru. Pembangunan Infrastruktur juga dapat meningkatkan kegiatan ekonomi pada sektor riil. Ini akan memberikan efek positif terhadap peningkatan belanja konsumsi masyarakat yang dapat menopang pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. (yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved