Asrama Haji Sediakan Sabun dan Sikat Gigi untuk CJH

Pada musim haji tahun ini, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji Embarkasi Aceh menyediakan sabun dan sikat gigi

Asrama Haji Sediakan Sabun dan Sikat Gigi untuk CJH
PIMPINAN DPRA, Sulaiman Abda dan Ketua Komisi VII DPRA, Ghufran Zainal Arifin PIMPINAN DPRA, Sulaiman Abda dan Ketua Komisi VII DPRA, Ghufran Zainal Arifin memeriksa kamar calon jamaah haji di Asrama Haji Banda Aceh, Rabu (25/7)., Rabu (25/7). 

BANDA ACEH - Pada musim haji tahun ini, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji Embarkasi Aceh menyediakan sabun dan sikat gigi untuk calon jamaah haji (CJH). Hal itu dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada jamaah--terutama yang sudaha berusia 70-80 tahun--selama berada di Asrama Haji sebelum bertolak ke Tanah Suci Mekkah.

Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Aceh, Drs H Taufiq Abdullah, kepada Serambi, Rabu (25/7), mengatakan, sama seperti tahun lalu, pihaknya juga menyediakan air mineral dan kurma di kamar untuk jamaah. “Kita juga menyediakan handuk di asrama, sehingga jamaah tak perlu memakai handuk sendiri,” ujarnya.

Menurut Taufiq, persiapan Asrama Haji menjelang masuknya CJH kelompok terbang (kloter) 1 pada 3 Agustus mendatang sudah rampung sekitar 95 persen. “Tinggal kita benahi sedikit lagi karena kemarin akibat angin kencang ada plafon yang jatuh. Kalau yang lain termasuk kamar serta air dan genset dengan kapasitas 500 KVA sudah siap,” ungkap Taufiq.

Untuk memenuhi ketersediaan air bagi kebutuhan jamaah selama berada di Asrama Haji, tambah Taufiq, selain air dari PDAM pihaknya juga menyediakan air sumur bor. Sehingga, ia memperkirakan jamaah tak akan kekurangan air.

Kecuali itu, pemotretan mata dan muka (foto biometrik) CJH mulai tahun ini juga akan dilakukan di Asrama Haji Embarkasi Aceh. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada saat petugas Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) memeriksa paspor jamaah. Informasi itu disampaikan Taufiq kepada Wakil Ketua I DPRA, Sulaiman Abda dan Ketua Komisi VII DPRA, Ghufran Zainal Abidin, saat meninjau persiapan pelaksanaan haji Aceh 2018 di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Rabu (25/7).

Menurut Taufiq, penambahan pelayanan kepada CJH agar jamaah saat berada di Asrama Haji tak perlu lagi mengeluarkan peralatan mandi yang sudah dimasukkan dalam koper. “Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, banyak barang CJH tertinggal dalam kamar di Asrama Haji,” ungkapnya.

Terkait pelaksanaan foto biometrik di Asrama Haji, menurut Taufiq, langkah itu dilakukan untuk memudahkan dan mempercepat pemeriksaan paspor CJH asal Aceh saat tiba di Madinah. “Foto biometrik CJH itu akan kita kirim ke Bandara Madinah. Jadi, setiba di sana nanti, CJH asal Aceh hanya diperiksa paspornya saja, tak lagi dilakukan foto mata dan wajah,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda, mengatakan, selain penambahan fasilitas, menu makanan untuk jamaah selama di Asrama Haji juga harus steril dan segar. Sehingga CJH tidak mengalami ganggua kesehatan saat hendak terbang ke Arab Saudi. Hal itu, menurutnya, perlu diperhatikan karena

CJH tidak diperkenakan ke luar Asrama Haji untuk mencari makanan. Ketua Komisi VII DPRA, Ghufran Zainal Abidin, menambahkan, ketersediaan air pada setiap kamar yang dihuni lima jamaah harus lancar. Selain itu, lanjutnya, operator genset di Asrama Haji juga harus siaga 24 jam ya.

“Sebab, kalau listrik padam bisa mengganggu aktivitas seperti pemeriksaan kesehatan dan paspor CJH,” jelas Ghufran.

Tahun ini, CJH Aceh yang berjumlah 4.393 orang akan berangkat dalam 12 kelompok terbang (kloter). Dari jumlah itu, 11 kloter semuanya jamaah Aceh dan satu kloter bergabung bersama jamaah dari provinsi lain. Tapi, seluruh kloter akan berangkat melalui Bandara Internasional SIM Blang Bintang, Aceh Besar. Untuk setiap kloter, jumlah jamaah mencapai 393 orang.(una/her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved