Gelombang Tinggi Capai 4 Meter, Kapal ke Sabang Berhenti Berlayar

Akibatnya pelayaran rute Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh – Pelabuhan Balohan Sabang dihentikan sejak siang.

Gelombang Tinggi Capai 4 Meter, Kapal ke Sabang Berhenti Berlayar
Truk pengangkut sembako dan material, hingga Kamis (26/5/2016) siang masih tertahan di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Cuaca buruk yang melanda perairan Aceh mengakibatkan terhentinya pelayaran Ulee Lheue-Balohan dan sebaliknya. SERAMBI/M ANSHAR 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Gelombang tinggi yang mencapai empat meter dan angin kencang dengan kecepatan 30 Kilometer/jam sedang melanda perairan Sabang, Kamis (26/7/2018) sore.

Akibatnya pelayaran rute Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh – Pelabuhan Balohan Sabang dihentikan sejak siang.

Kepala UPTD Pelabuhan Ulee Lheue, Rusmansyah kepada Serambinews.com, Kamis (26/7/2018) menyampaikan, karena angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda wilayah itu, dua jadwal penyeberangan harus dihentikan.

Baca: Gelombang Tinggi Terjang Pesisir Abdya, Dinas Sosial Dirikan Dapur Umum

Jadwal penyeberangan yang dihentikan yaitu KMP tanjung Burang dan kapal cepat, kedua kapal itu agendanya berangkat pukul 16.00 WIB dengan tujuan Sabang.

Rusmansyah menjelaskan, dengan ketinggian ombak yang mencapai empat sangat beresiko untuk pelayaran.

Sehingga hari ini, KMP Tanjung Burang hanya berlayar satu trip dan kapal cepat berlayar dua trip.

Namun, kata Rusmansyah, meskipun kapal batal berangkat namun tidak berdampak pada penumpukan penumpang.

Baca: Jadwal Kapal ke Sabang Ditambah

“Tidak ada penumpukan penumpang, karena memang lagi tidak ramai, hanya saja ada sejumlah mobil yang tidak terangkut,” ujarnya.

Untuk diketahui, sehari sebelumnya KMP Tanjung Burang terpaksa kembali lagi ke Pelabuhan Sabang  setelah berlayar setengah jalan. Karena tingginya gelombang yang tidak memungkin dilalui oleh kapal tersebut.

Saat ini, KMP Tanjung Burang berangkat dari Sabang pukul 14.00 WIB, hanya berjalan beberapa mil, kapal mulai dihadang oleh ombak besar, sehingga kapten kapal memutuskan kembali. (*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved