Breaking News:

Kasus Remaja Dipenjara Karena Aborsi Setelah Diperkosa: Begini Dasar Hukum Aborsi di Indonesia

Maka dilihat dari kasus A di atas, karena usia kehamilannya sudah 6 bulan saat janin digugurkan, tentu menyalahi auran di UU Kesehatan.

Editor: Fatimah
Google
Ilustrasi 

b. Keterangan dari penyidik kasus, psikolog, dan/atau ahli lain mengenai adanya dugaan perkosaan.

Jika semua terbukti bahwa dia adalah korban perkosaan dan usia kandungannya belum mencapai enam minggu, maka pilihan tindakan aborsi boleh dilakukan oleh petugas kesehatan yang terampil di lokasi penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.

Namun apabila korban perkosaan tidak memenuhi batasan legal dalam pasal 76 UU Kesehatan, misalnya usia kehamilan sudah lebih dari enam minggu, maka aborsinya akan masuk dalam tindakan ilegal.

Untuk sanksinya menurut UU Kesehatan ini, bagi siapa saja yang sengaja melakukan aborsi dan tidak sesuai dengan ketentuan dalam pasal 75 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Maka dilihat dari kasus A di atas, karena usia kehamilannya sudah 6 bulan saat janin digugurkan, tentu menyalahi auran di UU Kesehatan.

Baca: Ada Teriakan Nama Ahok saat Peresmian Revitalisasi Lapangan Banteng, Ini Tanggapan Suryo Prabowo

Tapi menurut Maidina Rahmawati, kepala penelitian Lembaga Reformasi Peradilan Pidana, remaja WA seharusnya tidak dipenjara karena dia adalah korban.

Aborsi memang masih merupakan tindak pidana di Indonesia, tapi menurut Maidina, pengadilan seharusnya memeriksa dengan lebih seksama kasus yang melibatkan perempuan.

Khususnya kasus kekerasan seksual termasuk rudapaksa (perkosaan) karena kasus ini sangat kompleks.

Tak hanya melibatkan fisik, kasus rudapaksa juga sangat memengaruhi kondisi psikologis perempuan yang menjadi korban.

Artikel ini tayang pada Intisari Online dengan judul : Kasus Remaja Dipenjara Karena Melakukan Aborsi Setelah Dirudapaksa: Begini Dasar Hukum Aborsi di Indonesia

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved