Menantang Ombak Samudera, Mengantar LPG ke Pulau Terluar Indonesia

Sebuah Boat kayu dengan bobot 35 GT melaju membelah ombak lautan Samudera Hindia, sekali-kali badan boat bergetar dihempas ombak.

Menantang Ombak Samudera, Mengantar LPG ke Pulau Terluar Indonesia
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Buruh sedang mengangkut tabung LPG ke boat di Dermaga Ulee Lheue Banda Aceh. Tabung itu diperuntukkan bagi warga Pulo Aceh. 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM -- Siang itu, matahari berada tegak tepat di atas kepala, sehingga teriknya begitu terasa di ubun-ubun, sejauh mata memandang tampak gelombang laut setinggi dua meter saling kejar-kejaran. 

Sebuah Boat kayu dengan bobot 35 GT melaju membelah ombak lautan Samudera Hindia, sekali-kali badan boat bergetar dihempas ombak.

Di sepanjang geladak boat tersebut, tampak bersusun manusia dan barang kebutuhan, mulai sayur-sayuran, beras, hingga zak semen.

Sedangkan di bagian palka bersusun sekitar 200-an tabung LPG ukuran 3 KG. Palka memang sudah menjadi tempat dikhsusukan untuk memuat tabung LPG.

Sewaktu-waktu, diantara gemuruh ombak samudera dan kencangnya angin timur bertiup, boat kayu itu berpapasan dengan gerombolan kapal pemburu tuna dari Nikobar-Andaman. 

Jika dalam perjalanan tiba-tiba mereka diterpa angin badai dan ombak tinggi, maka air laut bisa memenuhi geladak kapal, muka-muka pucat dan ketakutan tak bisa disembunyikan.

Namun begitu badai usai, semua kembali berubah menjadi canda, mereka saling menertawakan ketakutan. 

Begitulah pemandangan di boat menuju Pulo Aceh, salah satu pulau terluar yang berada di barat Indonesia, tepatnya antara Samudera Hindia, Laut Andaman, dan Selat Melaka.

Boat kayu itulah yang selama ini digunakan untuk menyuplai tabung LPG ke pulau yang masih tertinggal tersebut.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved