4 Warga Suku Mausu Ane Meninggal akibat Kelaparan, Kemensos Santuni Keluarga Korban

santunan yang akan diberikan kepada para ahli waris korban meninggal dunia itu berupa uang tunai masing-masing sebesar Rp 15 juta.

4 Warga Suku Mausu Ane Meninggal akibat Kelaparan, Kemensos Santuni Keluarga Korban
Warga suku terasing di pedalaman Pulau Seram, Maluku yang mengalami bencana kelaparan didata oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (24/7/2018).(Dok. BPBD Maluku Tengah) 

SERAMBINEWS.COM, AMBON - Selain memberikan bantuan bahan makanan dan kebutuhan lainnya kepada suku Mausu Ane yang mengalami krisis pangan, Kementerian Sosial (Kemensos) juga akan memberikan santunan kepada para ahli waris empat korban meninggal dunia di pedalaman Pulau Seram, Maluku Tengah.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Sartono Pining mengatakan, tim dari Kemensos telah mendatangi warga suku Mausu Ane di pedalaman Pulau Seram untuk membantu dan melihat langsung kondisi para korban.

“Kita sudah mendapatkan informasi bahwa akan ada langkah-langkah yang akan dilakukan oleh kemnsos terhadap para ahli waris korban meninggal dunia itu. Kemungkinan besar langkah konkretnya itu berupa pemberian santunan kepada para ahli waris korban,” ungkapnya kepada waratwan di kantor Dinas Sosial Provinsi Maluku, Jumat (27/7/2018) sore.

Sartono menjelaskan, santunan yang akan diberikan kepada para ahli waris korban meninggal dunia itu berupa uang tunai masing-masing sebesar Rp 15 juta.

“ Santunan yang diberikan itu uang tunai. Jadi setiap keluarga itu akan mendapatkan Rp 15 juta,” ujarnya.

Baca: Menteri Susi: Selain Ditenggelamkan, 10.000 Kapal Pencuri Ikan Telah Keluar dari Laut Indonesia

Baca: Bupati Lampung Selatan Disangka Terima Suap Rp 600 Juta dari CV 9 Naga, Diduga Fee dari 15 Proyek

Disinggung soal pola hidup warga suku Mausu Ane yang masih nomaden dan tertutup dengan dunia luar sehingga pemberian santunan uang tunai tidak akan relevan, Sartono mengatakan bahwa warga Suku Mausu Ane telah mengenal uang sebagai alat transaksi yang sah.

“Uang itu kan alat transaksi yang sah, dan mereka pasti sudah mengenal uang,” ujarnya.

Sartono menambahkan, Dinas Sosial Provinsi Maluku sendiri telah mendatangi lokasi penampungan warga Suku Mausu Ane di petuanan Desa Maeno di Kecamatan Seram Utara Kobi untuk menyalurkan bantuan bahan makanan dan kebutuhan lain.

“Kita juga sudah salurkan bantuan berupa 1 ton beras, 100 lembar matras, 180 lembar selimut makanan kaleng, alat masak dan makan, selimut wool, matras dan kids ware 45 paket,” terangnya.

Sementara untuk upaya relokasi warga, Sartono mengatakan hal itu tergantung pada kemauan warga suku Mausu Ane sendiri.

Baca: Gelar Gebyar Wira Usaha, Mitsubishi Tawarkan Harga Menarik

Baca: Rumah Warga Ujong Tanoh Tergenang, BPBK Abdya Kerahkan Alat Berat

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved