Berhasil Ungkap Pembunuhan Gajah Jinak Bunta, Polres Aceh Timur Dapat Penghargaan

Penyerahan penghargaan dikemas dalam acara apel bersama yang digelar di halaman Mapolres setempat.

Berhasil Ungkap Pembunuhan Gajah Jinak Bunta, Polres Aceh Timur Dapat Penghargaan
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo, mewakili Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), dan mewakili Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, menyerahkan piagam penghargaan kepada Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro, di halaman Mapolres setempat Jumat (27/7/2018). 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur 

SERAMBINEWS.COM, IDI - Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo, mewakili Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), dan mewakili Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Jumat (27/7/2018), menyerahkan piagam penghargaan kepada Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro.

Penghargaan diberikan karena kesuksesan tim penyidik mengungkap kasus pembunuhan gajah jinak bunta yang ditemukan mati di Conservation Respon Unit (CRU) Serbajadi, Aceh Timur, 9 Juni 2018.

Penyerahan penghargaan dikemas dalam acara apel bersama yang digelar di halaman Mapolres setempat.

Selain penghargaan dari Kementerian LHK, Polres Aceh Timur, juga mendapat penghargaan dari lembaga konservasi international yaitu dari Asian Elephant Support, dan International Elephant Foundation.

Baca: Dua Tersangka Pembunuh Gajah Bunta Tertangkap, Ini Kata Kapolres Aceh Timur

Selain itu Polres Aceh Timur, juga mendapat reward pendanaan Rp 40 juta dari mitra BKSDA Aceh yaitu dari Forum Konservasi Louser (FKL), HaKa, WCS, YEL,  CRU Aceh, OIC dan Vesswic.

“Kami dari Kementerian LHK sangat mengapreasiasi Polres Aceh Timur, atas keberhasilan pengungkapan kematian gajah jinak bunta dalam tempo yang sangat singkat,” ungkap Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo pada apel penyerahan piagam.

“Kami berharap penghargaan dari Kementerian LHK ini bisa menjadi motivasi bagi Kapolres Aceh Timur, dan jajarannya untuk terus mendukung upaya-upaya pelestarian satwa liar maupun upaya pelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya di Aceh,” ungkap Sapto.

Baca: Dua Tersangka Pembunuh Gajah Bunta Tertangkap, Ini Kata Kapolres Aceh Timur

Tanpa bantuan semua pihak, jelas Sapto, pelestarian satwa liar baik di Aceh maupun di Indonesia ini sulit diwujudkan.

“Kami berharap kematian gajah di Aceh tidak terjadi lagi, karena gajah merupakan asset bangsa Indonesia, dan asset Aceh sehingga harus sama –sama kita lestarikan,” ungkap Sapto.

Halaman
12
Penulis: Seni Hendri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved