Breaking News:

Proyek Jalan Sawang Terhenti

Proyek pembangunan jalan Kecamatan Sawang-Krueng Mane, Aceh Utara sudah sepekan terhenti karena terhalang adanya pipa

Editor: hasyim
PIPA PDAM Tirta Mon Pase Aceh Utara yang berada di jalan Krueng Mane- Sawang dengan kedalaman 20 centimeter. Foto direkam, Jumat (27/7). IST 

* Terhalang Pipa PDAM

LHOKSUKON - Proyek pembangunan jalan Kecamatan Sawang-Krueng Mane, Aceh Utara sudah sepekan terhenti karena terhalang adanya pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM) Mon Pase Aceh Utara tertanam di lokasi proyek tersebut. Kondisi ini membuat warga setempat mengeluh karena harapan mereka untuk terbebas dari jalan berdebu bila kemarau dan berkubang saat hujan, tampaknya masih lama untuk kesampaian. Jalan tembus antarkecamatan sepanjang 1,8 kilometer itu sendiri dibangun dengan dana RP 4,2 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBK Aceh Uara 2018.

“Saya mendapatkan laporan dari warga ada beberapa titik jalan yang mengeluarkan air dari pipa yang bocor setelah jalan tersebut dikompak (dipadatkan dengan mesin giling). Selain itu, pada beberapa titik lainnya, jalan tak bisa diperbaiki karena adanya pipa PDAM Tirta Mon Pase,” ujar anggota DPRA asal Sawang, Tarmizi alias Panyang kepada Serambi, Jumat (27/7).

Ia berharap, PDAM segera berkoordinasi dengan dinas terkait dan rekanan agar pembangunan jalan tersebut tidak terhenti. Sebab, di lokasi yang sedang diperbaiki, kondisinya sangat berdebu ketika dilewati kendaraan. “Jika pipa itu tidak dipindahkan, pembangunan jalan otomatis terhenti. Karena, jika dipaksakan tetap dikerjakan, jalan tersebut akan mudah rusak, soalnya pipa yang tertanam di bawah jalan itu akan mudah bocor ketika dikompak,” ulas Panyang.

Hal serupa juga disampaikan anggota DPRK Aceh Utara, Tantawi. “Selama ini warga terus bersabar dengan kondisi jalan berlubang dan berdebu. Karena itu, sekali lagi saya meminta pengerjaan jalan Sawang-Krueng Mane segera dikerjakan kembali, sebab masyarakat Sawang tidak bisa bersabar lagi dengan kondisi jalan selama ini,” tukas Tantawi.

Sedangkan, Pelaksana Lapangan PT Gold Generation Enginering selaku rekanan, Mukhaddar kepada Serambi menyebutkan, ada 22 titik jalan yang harus digali dengan kedalaman mencapai 45 centimeter. Ironisnya, pada titik itu terdapat pipa PDAM yang kedalamannya dari jalan hanya sekitar 20-30 centimeter. Bahkan, ungkap dia, sambungan dari pipa induk tersebut ke rumah warga lebih dangkal lagi kedalamannya.

“Karena kedalaman pipa cukup dangkal, sehingga pekerjaan tak bisa dilanjutkan. Karena di beberapa titik yang sudah dikerjakan terjadi kebocoran pipa setelah dikompak,” ulasnya. “Kami sudah memberitahukan masalah ini ke dinas, dan pihak dinas bersama PDAM juga sudah bermusuawarah dengan kami dari rekanan kemarin, untuk mencari solusi yang terbaik,” imbu dia.

Mukhaddar mengungkapkan, koordinasi pihaknya dengan instansi terkait itu agar jalan tersebut dapat dibangun dengan baik dan tidak terjadi kebocoran pipa. “Jadi, kami nantinya akan bekerja berbarengan dengan PDAM. Pada lokasi di mana pipanya harus dipindahkan, akan digali dan kemudian ditimbun kembali untuk dikompak, sehingga kualitas jalan bagus dan suplai air ke warga juga tidak terganggu,” pungkasnya.

PDAM Hitung Biaya Pemindahan Pipa
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Mon Pase Aceh Utara, Zainuddin Rasyid kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, pipa itu dulunya berada di pinggir parit. Tapi, karena adanya pelebaran jalan, sehingga sekarang pipa itu hampir berada di posisi tengah. “Kami sudah turun ke lokasi untuk melihat langsung titik-titik pipa yang terkena proyek jalan,” ucapnya.

Disebutkannya, usai meninjau lokasi, PDAM langsung menghitung berapa anggaran yang dibutuhkan untuk memindahkan pipa sepanjang 500 meter di jalan tersebut, supaya pembangunan dapat dilanjutkan. “Kemungkinan, dalam minggu ini sudah selesai kita hitung kebutuhan anggaran dan dua pekan ke depan, pipa itu sudah dapat kita pindahkan,” tukasnya.(jaf)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved