Sabtu, 30 Mei 2026

Giliran Ferry Komul Mundur

Kabar buruk kembali menerpa perjalanan Aceh United FC menutup putaran pertama kompetisi Liga 2 musim 2018

Tayang:
Editor: bakri
Ferry Komul 

* Dari Aceh United FC

BANDA ACEH - Kabar buruk kembali menerpa perjalanan Aceh United FC menutup putaran pertama kompetisi Liga 2 musim 2018. Krisis keuangan yang menimpa mereka memaksa el-capiten Ferry Komul memutuskan mundur dari klub promosi tersebut.

“Saya sudah resmi mengundurkan diri dari tim Aceh United selepas melakoni derby menghadapi Persiraja. Bahkan, saya sudah pamit dengan Presiden Klub HM Zaini Yusuf,” ungkap mantan gelandang serangan Persija Jakarta itu kepada Serambi, melalui saluran telepon pada Sabtu (28/7) petang.

Menyusul keputusan pemain nomor kostum 26 tersebut, semakin menambah daftar punggawa yang tak lagi bersama Aceh United. Karena sebelumnya, Rully Desrian, Zikri Akbar, Septian Hadi, Reza Fandi, Firdaus, Yongki Ariwibowo, dan sang bintang, Syakir Sulaiman sudah lebih dulu meninggalkan Laskar Iskandar Muda–julukan Aceh United FC–.

Kecuali pemain yang selama ini menjadi starter, Aceh United terpaksa mengakhiri kontrak dengan tim pelatih. Di mana, Simon Pablo Elissethe (pelatih kepala), Markus Haris Maulana (pelatih kiper), dan Mulya Saputra (pelatih fisik) juga dilepas oleh manajemen. Hanya Effendi HT yang tetap dipertahankan.

Usai menjalani derby, Ferry Komul mengaku langsung kembali ke Lhokseumawe. Sebelum pulang ke kampung halaman, dia lebih dulu pamit kepada tim pelatih, teman satu klub, dan manajemen. “Pada pertemuan Rabu (25/7) sore di mes, saya juga sudah menyampaikan pengunduran diri kepada Presiden Klub. Kala itu, saya juga meminta supaya diberikan surat pindah,” ungkap mantan pemain PSAP Sigli itu.

Ketika ditanya alasan dirinya untuk memilih mundur dari Aceh United FC, Ferry Komul menolak untuk menjelaskan secara rinci. Bukan rahasia lagi, dalam 10 pekan perjalanan Laskar Iskandar Muda di kompetisi level dua tersebut, Ferry Komul selalu menjadi pilihan dari Simon Pablo. “Mungkin karena kondisi tim, saya harus mengambil keputusan ini,” sebut pemain yang mengawali karir dari Persikaba Dewantara itu.

Namun, menurut Ferry Komul, meski dirinya sudah memilih untuk mundur dari Aceh Utara FC, hingga saat ini dia mengaku belum menerima surat pindah. Padahal, dia sangat membutuhkan surat tersebut guna mencari klub lain. Apalagi, mengingat masa windows transfer putaran kedua dibuka pada 26 Juli sampai dengan 5 Agustus 2018.

Dengan jadwal begitu singkat, Ferry Komul berharap dia bisa memperoleh surat pindah dari manajemen Aceh Utara. “Saya ini mencari rezeki dari bermain sepakbola. Itulah profesi untuk menghidupi keluarga saya di Lhokseumawe. Saat menyampaikan pengunduran diri, Presiden Klub berjanji akan segera memberikan surat keluar kepada saya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pada musim 2017-2018, Ferry Komul dikontrak Persiraja. Dalam kompetisi Liga 2 kala itu, dia sukses melesatkan tiga gol. Yakni satu gol ke gawang Pro Duta FC Medan, dan sepasang gol ke gawang PSPS Riau. Dua golnya menyelamatkan Lantak Laju dari kekalahan di Stadion Lampineung.

Pada turnamen sepakbola Piala Wali Kota Padang, Sumatera Barat, Lantak Laju juga memboyong Ferry Komul. Apiknya permainan dari pemain kelahiran 1 Maret 1987 ini membuat manajemen Semen Padang FC meminangnya. Hanya saja, meski bekas klub Liga Super ini ingin memperoleh tanda tangannya, ternyata Ferry Komul lebih memilih berlabuh di tim promosi Liga 3 musim lalu, Aceh United FC.

Skuadra Aceh United FC menutup putaran pertama kompetisi Liga 2 musim 2018 dengan hasil mengecewakan. Petang kemarin, di Stadion Maulana Yusuf, Revaldi Andiaz dkk harus mengakui ketangguhan tuan rumah Perserang Serang, 0-1.

Gol tunggal kemenangan besutan Bambang Nurdiansyah dilesatkan pemain tengah, Jusmadi pada menit 62. Tambahan tiga angka membuat tuan rumah mengantongi nilai 17. Meski sama-sama mengoleksi angka dengan skuad PSPS Riau, Okto Maniani dkk kalah dalam produktivitas gol.

Kekalahan tersebut sama merugikan Laskar Iskandar Muda–julukan Aceh United FC–. Hasil buruk di partai terakhir putaran pertama membuat mereka harus finis di peringkat kesembilan. Assanur Rijal dkk hanya memperoleh 13 poin dari 11 pertandingan yang mereka lakoni selama ini.

Buruknya peringkat mereka di klasemen sementara wilayah barat tak lepas dari kebobolan gawang. Di mana Hendra Sandi Gunawan dkk hanya mampu mencetak 13 gol berbanding 18 kebobolan. Sementara Persita Tangerang dan Persibat Batang masih memiliki satu laga sisa.

Tandang ke markas Perserang Serang, Aceh Utara tanpa sejumlah pemain inti semisal Rully Desrian, Zikri Akbar, Yongki Ariwibowo, Ferry Komul, dan sang bintang, Syakir Sulaiman. Praktis, mereka mengandalan Syahrizal, Hardi Siswayudi, Reza Sandika, Rivaldi, Taufik Aqsar, Hendra Sandi, Assanul Rizal, Arianto, dan Muhammad Zulfikar. Sehingga, mereka pun harus takluk 0-1.(ran)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved