Selasa, 14 April 2026

Sehari Bupati Aceh Tamiang Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid dan Musalla

namun kami percaya ,masih ada dermawan dan saudara muslim lainnya yang mau membantu

Penulis: Tamiang | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Dalam sehari Bupati Aceh Tamiang meresmikan dua pembangunan rumah ibadah, Masjid Kampong Upah dan Musalla Al Amin Kampong Simpang Empat Upah, Selasa (31/7/2018) 

Laporan Muhammad Nasir I Aceh Tamiang

SERAMBINEWS,COM, KUALASIMPANG – Dalam sehari Bupati Aceh Tamiang meresmikan dua pembangunan rumah ibadah, Masjid Kampong Upah dan Musalla Al Amin Kampong Simpang Empat Upah, Selasa (31/7/2018).

Pembangunan masjid ini dilakukan kerena bangunan lama tidak mampu lagi menampung jamaaah saat shalat.

Bupati Aceh Tamiang, Mursil pada pelatakan batu pertama rumah ibadah tersebut  mengatakan, hari ini dua kali meletakkan batu pertama pembangunan rumah ibadah, masjid Kampong Upah dan Musalla Kampong Simpang Empat Upah.

Baca: Demi Bertarung Pada Pileg 2019, Tujuh Datok, Satu Mukim dan Satu Sekdes di Tamiang Mengundurkan Diri

”Mudah-mudahan musalla ini cepat terbangun dan nantinya peresmiannya dengan masjid,” ujarnya. 

Dengan dibangunnya dua rumah ibadah ini, harapannya dapat mengembalikan fungsi meunasah dan masjid jangan sampai hanya terbuka saat azan.

”Zaman dulu masjid tempat mengumpul anak muda sebagai pembinaan generasi bangsa sehingga tidak kita dengar ada pemuda yang mengunakan narkoba dan kejahatan remaja,” ujarnya.

Ketua panitia pembangunan Musalla Al Amin, Fauzi M Amin mengatakan, ini menjadi tonggak pertama pembangunan musalla Al Amin.

Peletakan batu pertama ini sebagai penyemangat bagi warga Kampong Simpang empat maupun warga sekitar untuk mempercepat penyelesaian pembangunan musalla ini.

Baca: Seniman Tamiang Hidupkan Gairah Seni di Kafe Sawah

Bangunan awal musalla ini ukuran 7 x 7 meter dan saat ibadah terawih terpaksa memasang tenda keluar musalla karena jamaahnya tidak tertampung.

Namun musalla yang dibangun hari ini ukurannya menjadi 11 x 11 meter dengan anggaran sebesar Rp 600 juta lebih.

“Kalau berharap dari warga dusun yang terbatas rasanya tidak mungkin pembangunan ini cepat selesai, namun kami percaya ,masih ada dermawan dan saudara muslim lainnya yang mau membantu,” ujarnya (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved