Soal Vaksin Imunisasi Campak-Rubella, MPU Subulussalam Tunggu Fatwa MPU Aceh

untuk masalah fatwa merupakan kewenangan MPU Aceh, mereka di daerah hanya mensosialisasikan

Soal Vaksin Imunisasi Campak-Rubella, MPU Subulussalam Tunggu Fatwa MPU Aceh
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
WAKIL Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Subulussalam, Tgk Maksum LS 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Majelis Ulama Permusyawaratan (MPU) Kota Subulussalam hingga kini masih menunggu fatwa MPU Aceh terkait vaksin campak dan rubella atau measles rubella (MR) yang kini gencar dikampanyekan pemerintah.

"Kami belum bisa memberikan pernyataan soal halal atau tidaknya vaksin rubella, karena belum ada fatwa dari MPU Aceh," kata Tgk Maksum LS, Wakil Ketua MPU Kota Subulussalam kepada Serambinews.com, Rabu (1/8/2018).

Menurut Tgk Maksum, untuk masalah fatwa merupakan kewenangan MPU Aceh, mereka di daerah hanya mensosialisasikan.

Baca: 31.716 Anak belum Diimunisasi Rubella

Hingga saat ini, lanjut Tgk Maksum, belum ada arahan atau fatwa mengenai status kehalalan vaksin campak-rubella tersebut.

Untuk memastikan masalah vaksin rubella ini, Maksum bahkan sudah menghubungi Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal M Ali alias Lem Faisal.

Jawabannya, kata Tgk Maksum, MPU Aceh belum mengeluarkan fatwa vaksin terkait.

Lebih jauh Tgk Maksum menceritakan hasil komunikasi pihaknya dengan MPU Aceh.

Baca: Dinkes Pijay Siapkan 383 Juru Imunisasi Campak dan Rubella, Ini Jumlah Sasaranya

Tgk Faisal menyatakan karena belum ada penelitian dari kalangan ulama MPU Aceh tidak bisa menyatakan status kehalalan vaksin rubella.

"Saya barusan hubungi MPU Aceh melalui wakil ketua, mereka bilang belum ada fatwa, karena fatwa diterbitkan setelah melalui proses pengecekan untuk meneliti ke lokasi pembuatan vaksin dan ini belum dilakukan jadi MPU tidak bisa membuat pernyataan apapun," ujar Tgk Maksum.

Intinya, lanjut Tgk Maksum, MPU tidak bisa membuat larangan ataupun kampanye terkait vaksin rubella sebab belum adanya kepastian hukum produk ini.

Baca: Cacat Bawaan Akibat ‘Rubella’

Meski belum ada fatwa, Tgk Maksum menyatakan sebagai umat muslim, sebaiknya tidak menggunakan produk yang tidak jelas kehalalannya.

"Yah, sebagai umat muslim kalau memang belum jelas kehalalannya sebaiknya dihindari atau menunda dulu penggunaannya," ujar Tgk Maksum mengimbau umat muslim. (*)

Penulis: Khalidin
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved