Breaking News:

INFO HAJI

Arab Saudi Resmikan Proyek “Jalan Mekkah”, Malaysia dan Indonesia Dapat Kesempatan Pertama

Para calon jamaah dari Malaysia dan Indonesia sekarang dapat menyelesaikan semua prosedur perjalanan sebelum meninggalkan negara asal mereka

Editor: Zaenal
ANADOLU AGENCY/RASIT AYDOGAN
Para calon jamaah haji Turki menunggu keberangkatan ke Arab Saudi, di Bandara Internasional Esenboga di Ankara, Turki, Rabu (18/7/2018). Ibadah haji adalah salah satu dari lima rukun Islam. 

SERAMBINEWS.COM, JEDDAH - Arab Saudi telah mengumumkan rencana untuk membangun "jalur cepat" bagi para jamaah haji dan umrah.

Dijuluki "Mecca Road” atau “Jalan Mekkah", proyek ini diharapkan dapat memudahkan prosedur perjalanan untuk para calon jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia.

Berbicara kepada wartawan pada hari Senin (30/7/2018), para pejabat di Bandara King Abdullah Jeddah mengatakan bahwa bagian awal dari proyek ini sudah bisa dinikmati oleh calon jamaah dari Malaysia dan Indonesia.

Para calon jamaah dari kedua negara di Asia Tenggara ini sekarang dapat menyelesaikan semua prosedur perjalanan, termasuk paspor dan kontrol visa, sebelum meninggalkan negara asal mereka.

"Berkat proyek 'Jalan Mekah', para jamaah akan dapat memasuki negara (Arab Saudi), dengan semua tas tangan mereka, hanya dalam beberapa menit," kata Manajer Operasi Bandara Bandara King Abdullah Jeddah, Hisham Saidi, seperti dilansir Kantor Berita Turki, Anadolu Agency.

"Bebas kontrol, peziarah akan dapat dengan cepat dan nyaman menjangkau semua tempat suci," tambahnya.

 (Baca: Ini Lokasi Pemondokan Jamaah Haji Aceh di Mekkah, Terdekat Sekitar 900 Meter dari Masjidil Haram)

(Baca: 328 Calon Jamaah Haji Indonesia Tersesat di Masjid Nabawi, Hati-hati Rawan Penipuan)

Menurutnya, kemudahan yang mulai dinikmati jamaah dari Malaysia dan Indonesia, akan segera diperluas ke sebagian besar negara-negara mayoritas Muslim lainnya.

Saidi melanjutkan, sebagai catatan, baru-baru ini Pemerintah Saudi telah meningkatkan secara ekstensif infrastruktur di Bandara King Abdullah.

"Sepuluh ribu orang sekarang bekerja di bandara," katanya, "dan kami baru saja memperbarui kamera, radar, dan monitor kami."

Calon jamaah haji Turki menunggu proses keberangkatan ke Arab Saudi, di Bandara Internasional Sabiha Gokcen di Istanbul, Turki, Rabu (18/7/2018). Ibadah haji adalah salah satu dari lima rukun Islam.

Calon jamaah haji Turki menunggu proses keberangkatan ke Arab Saudi, di Bandara Internasional Sabiha Gokcen di Istanbul, Turki, Rabu (18/7/2018). Ibadah haji adalah salah satu dari lima rukun Islam. (ANADOLU AGENCY/EMRAH YORULMAZ)

(Baca: Alihkan VIP Bandara SIM Jadi Terminal Haji dan Umrah)

(Baca: Pasutri Pendiri MIS Alkautsar Dapat Tiket Umrah Dari Asrizal)

Direktur Kegiatan Haji dan Umrah di Bandara King Abdullah, Abdul Majid Mohamed Nur al-Afghani, menambahkan, Turki dan Pakistan juga akan segera diintegrasikan ke dalam skema "Jalan Mekkah" ini.

Pergi haji ke Mekah dan Madinah adalah kewajiban bagi umat Islam yang sudah mampu secara finansial, setidaknya sekali dalam kehidupan mereka.

Menurut angka resmi, tahun ini sebanyak 3,5 juta orang dari seluruh dunia akan datang ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji yang merupakan rukun Islam yang kelima.

Rangkaian ibadah haji tahun ini akan dimulai pada 19 Agustus 2018.(Anadolu Agency)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved