Ratusan Santri Keracunan

Santri As-Salam Islamic Solidarity School Kota Jantho, Aceh Besar bertumbangan setelah sarapan

Ratusan Santri Keracunan
ANTRI As-Salam Islamic Solidarity School (ISS) dirawat di RSUD Aceh Besar, Rabu (1/8). Lebih 100 santri di lembaga pendidikan tersebut diduga keracunan seusai sarapan pagi dengan menu ikan tongkol lado. 

JANTHO - Santri As-Salam Islamic Solidarity School Kota Jantho, Aceh Besar bertumbangan setelah sarapan pagi, Rabu (1/8) di lembaga pendidikan Islam yang dikelola Pemkab Aceh Besar dan Baitulmaal Muamalat (BMM) tersebut. Menurut informasi, tidak kurang 105 santri harus mendapat penanganan medis karena diduga keracunan makanan.

Meski tak sampai merenggut korban jiwa namun kasus itu memicu kepanikan luar biasa apalagi saat santri mengalami muntah, pusing, dan sesak napas.

Informasi yang diperoleh Serambi, peristiwa keracunan seratusan santri itu terjadi setelah mereka sarapan pagi berupa nasi putih, ikan tongkol lado sekitar pukul 07.00 WIB.

Pada pukul 08.00 WIB ketika santri-santri tersebut berencana mengikuti sebuah acara yang diselenggarakan di sekolah tiba-tiba satu per satu mengeluhkan mual, pusing, sesak napas, dan muntah-muntah.

Tanpa mengulur waktu, para pengasuh langsung membawa ke Puskesmas Jantho untuk mendapatkan penanganan awal. Namun, tak berselang lama, puluhan santri yang masih di sekolah mengeluhkan kondisi serupa, sehingga mereka pun dilarikan ke RSUD Aceh Besar di Indrapuri dan RS Ibnu Sina di kecamatan yang sama.

Direktur RSUD Aceh Besar, dr Bunaiya Putra, menjelaskan sampai pukul 12.30 WIB, pihaknya telah menerima 63 santri yang masuk ke IGD dan telah ditangani intensif. Umumnya, santri itu mengalami gajala khas keracunan, yakni muntah, pusing-pusing, diare serta sesak napas. “Untuk santri yang sesak telah dibantu oksigen dan telah kami tempatkan di ruang ICU agar perawatannya lebih intensif,” kata Bunaiya.

Sekda Aceh Besar, Drs Iskandar MSi menjelaskan seratusan santri As-Salam Islamic Solidarity School yang mengalami keracunan ditangani di tiga lokasi, yakni Puskesmas Jantho, RSUD Aceh Besar di Indrapuri dan RS Ibnu Sina juga di Indrapuri.

“Sekitar 35 santri yang sebelumnya ditangani di Puskesmas Jantho telah diizinkan pulang. Lalu 66 santri yang sebelumnya dirawat di RSUD Aceh Besar serta 4 orang ditangani di RS Ibnu Sina, berangsur-angsur membaik dan mulai diizinkan pulang,” kata Iskandar yang dihubungi Serambi, Rabu (1/8) sore.

Menurutnya, dari seratusan santri yang keracunan dan sempat dirawat itu, hanya dua santri di antaranya harus mendapat bentuan oksigen, karena mengalami sesak napas.

Namun, kondisi keduanya sudah mulai membaik. Untuk santri yang tidak sempat sarapan pagi sama sekali tidak masalah. “Muntahan dan sisa makanan yang belum sempat dimakan pagi itu telah diambil oleh petugas kami dari Dinas Kesehatan. Selanjutnya sampel itu akan dibawa ke Lab Balai POM dan kami masih menunggu hasilnya, apa itu berasal dari nasi atau ikan tongkol lado yang dikonsumsi,” sebutnya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved