Persiraja Didenda Rp 50 Juta

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) merilis hasil sidang Komite Disiplin (Komdis) yang diputuskan pada 1 Agustus 2018

Persiraja Didenda Rp 50 Juta
SERAMBINEWS.COM/JALIMIN
Skuad Persiraja Banda Aceh 

BANDA ACEH - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) merilis hasil sidang Komite Disiplin (Komdis) yang diputuskan pada 1 Agustus 2018. Sebanyak enam klub peserta Liga 1 dan empat tim Liga 2 serta sejumlah pemain dan ofisial dari beberapa kesebelasan dijatuhkan sanksi berupa larangan bermain dan denda uang. Satu dari empat kontestan Liga 2 yang harus membayar denda uang sebesar Rp 50 juta adalah Persiraja Banda Aceh.

PSSI melalui laman resminya https://www.pssi.org/ pada Kamis (2/8) pukul 15.39 WIB merilis hasil lengkap sidang komdis tersebut. Selain Persiraja, tiga tim Liga 2 yang juga harus menerima sanksi berupa denda uang dari Komdis PSSI yaitu Blitar United Rp 10 juta, PSIM Yogyakarta Rp 22,5 juta, dan Kalteng Putra Rp 100 juta.

Dalam laman resmi PSSI tersebut dinyatakan, jenis pelanggaran yang dilakukan Tim Laskar Rencong--julukan Persiraja--sehingga harus menerima hukuman berupa denda Rp 50 juta adalah kegagalan panitia pelaksana pertandingan memberi rasa aman dan nyaman terhadap perangkat serta pelemparan botol saat lanjutan Liga 2 Musim 2018 antara tuan rumah Persiraja versus Cilegon United, Rabu (18/7) malam lalu.

Saat itu, duel yang dipentaskan di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Persiraja ditahan imbang tanpa gol oleh tamunya Cilegon United. Seperti diketahui, usai laga tersebut terjadi kegaduhan di lapangan. Pemicunya, saat injury time, pemain belakang Cilegon United mengganjal striker Persiraja, Hapidin hingga terjatuh.

Tapi, wasit Adi Kristiawan dari Jawa Timur tak memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah meski pelatih Persiraja, Akhyar Ilyas, sempat memprotes keputusan tersebut. Setelah itu, wasit digiring oleh petugas keamanan ke luar lapangan. Sedangkan lemparan botol air mineral terus menghujani lapangan.

Sedangkan di level Liga 1, enam kesebelasan yang harus menerima sanksi berupa teguran keras sampai denda uang adalah Persebaya Surabaya dengan denda Rp 75 juta dan Rp 50 juta, PSIS Semarang teguran keras, PSMS Medan Rp 225 juta, Persija Jakarta Rp 75 juta, Borneo FC Rp 50 juta, dan Sriwijaya FC Rp 150 juta. Selain klub, sejumlah pemain dari beberapa klub Liga 1 dan Liga juga juga menerima sanksi mulai dari teguran keras, larangan bertanding, dan membayar denda uang.

Sekretaris Umum Persiraja, Rahmat Djailani, yang dikonfirmasi Serambi, tadi malam, mengatakan, pihaknya sudah menerima pemberitahuan tentang sanksi tersebut. Menurutnya, ketidaknyaman saat melawan Cilegon United akibat pelemparan botol air mineral oleh penonton, bukan disebabkan oleh panitia pelaksana (panpel).

Dikatakan, hingga kemarin pihaknya tidak dikonfirmasi oleh Komdis PSSI untuk memberikan klarifikasi terkait pelanggaran yang terjadi saat pertandingan tersebut. “Harusnya, Komdis PSSI memanggil panitia pelaksana laga Persiraja versus Cilegon United untuk dimintai keterangan terlebih dulu sebelum memberi sanksi,” ungkapnya.

Sebagai kontestan Liga 2, sambung Rahmat, pihaknya menerima sanksi tersebut. Ditambahkan, denda itu langsung dipotong dari uang subsidi klub. Terkait dengan sanksi tersebut, ia kembali mengimbau pendukung Persiraja agar dapat menjaga ketertiban saat menyaksikan pertandingan di Stadion H Dimurthala Lampineueng.

“Untuk menjaga agar Persiraja tidak kena denda, kami minta pendukung bersikap tertib dan tidak melakukan pelemparan saat pertandingan berlangsung,” harapnya.(*/min)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved