Germo Prostitusi Online Divonis 3 Tahun Penjara

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jantho, Aceh Besar, Kamis (2/8) menghukum M Royan Sahputra alias Andre (28) tiga tahun penjara

Germo Prostitusi Online  Divonis 3 Tahun Penjara
SERAMBI/M ANSHAR
Sejumlah wanita dan germo yang diduga terlibat dalam prostitusi online di hadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Jumat (23/3/2018). SERAMBI/M ANSHAR 

JANTHO - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jantho, Aceh Besar, Kamis (2/8) menghukum M Royan Sahputra alias Andre (28) tiga tahun penjara. Ia dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bertindak sebagai germo (mucikari) dalam kasus prostitusi online yang ditangkap polisi di sebuah hotel di Jalan Soekarno-Hatta, Aceh Besar, pada Rabu, 21 Maret lalu.

Andre dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 33 ayat (3) juncto Pasal 6 Qanun Aceh Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Selain Andre, majelis hakim juga menghukum rekan wanitanya, Herimeni alias Ayie alias Ayu (28) selaku pekerja seks komersial (PSK) dengan hukuman pidana 22 bulan penjara.

Informasi itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Kajari) Aceh Besar, Mardani SH melalui Kasi Pidum Kejari setempat, Baginda SH kepada Serambi, Jumat (3/8).

Sidang pamungkas itu diikuti oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Kelana MH dan Muhadir SH. Sementara, masing-masing terdakwa dalam sidang itu tidak didampingi kuasa hukum.

Mardani menyatakan, kedua terdakwa yang disidang secara terpisah itu menerima isi putusan. Menurutnya, putusan terhadap germo sudah sesuai dengan tuntutan jaksa. Sedangkan putusan majelis hakim terhadap Ayu lebih ringan dua bulan dibanding tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa 24 bulan penjara.

“Pertimbngan majelis karena dia (Ayu) berterus terang, tidak berbelit-belit dalam persidangan dan telah mempunyai anak,” katanya.

Terhadap putusan itu, Mardani menyatakan akan mengeksekusi terdakwa setelah pihaknya menerima petikan putusan dari pengadilan. Selama ini, Andre dan Ayu ditahan di Rutan Jantho. “Minggu depan setelah terima petikan putusan akan kami eksekusi langsung,” ujar lulusan Fakultas Hukum Unsyiah ini.

Mardani juga menjelaskan alasan terdakwa tidak dicambuk seperti pelaku prostitusi lain. Dia mengatakan, pemberian hukuman kurungan badan untuk memberikan efek jera kepada pelaku.

“Karena perbuatan kedua terdakwa tersebut sangat meresahkan masyarakat dan untuk menjaga marwah syariat Islam. Kalau cuma dicambuk, setelah cambuk dia bisa langsung pulang dan dikhawatirkan mengulangi lagi perbuatannya,” jelas Mardani.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved