Nelayan Tewas Terhantam Boat ‘Cewek’

Usman (50), nelayan asal Desa Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe meninggal dunia setelah kakinya putus

Nelayan Tewas Terhantam Boat ‘Cewek’
google
Ilustrasi

LHOKSEUMAWE - Usman (50), nelayan asal Desa Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe meninggal dunia setelah kakinya putus dihantam boat ‘cewek’ (boat kecil sebagai pendamping boat besar) saat sedang melaut di jarak 30 mil wilayah perairan Sigli, Kamis (2/8) sore. Boat ‘cewek’ itu menghantam kaki korban karena diterjang ombak besar.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasatpol Air Ipda Saiful Bahri menjelaskan, sesuai keterangan para saksi, kala itu korban beserta sejumlah nelayan lainnya melaut dengan menggunakan KM Zeelipo Rz. Sampai di tempat kejadian perkara (TKP), korban berdiri di tepi boat besar, lalu menarik tali gaseng boat untuk ikatan boat ‘cewek’. Pada saat itulah, ombak besar datang sehingga menghantam boat ‘cewek’.

Derasnya terjangan ombak membuat boat ‘cewek’ menabrak kaki kanan korban hingga putus. “Karena jarak dari darat mencapai 30 mil, maka korban tidak bisa langsung mendapatkan pertolongan medis, sehingga meninggal dunia di laut yang diperkirakan akibat kehabisan darah,” jelas Ipda Saiful Bahri.

Setelah insiden itu, maka KM Zeelipo RZ langsung kembali ke perairan Lhokseumawe. Korban kemudian dievakuasi melalui TPI Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Selanjutnya, jenazah dibawa pulang ke rumah duka di Desa Uteun Bayi.(bah)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved