Breaking News:

81 Siswa Luar Biasa Ikuti FLS2N ABK, Juara 1 Jadi Wakil Aceh ke Lomba di Bangka Belitung 

Saya akan terus berjuang agar pendidikan untuk siswa berkebutuhan khusus ini ke depan semakin baik

Penulis: Nasir Yusuf | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/M NASIR YUSUF
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin dan Kabid SMA dan PKLK Disdik Aceh, Zulkifli bersama anak berkebutuhan khusus seusai pembukaan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Aceh, Selasa (07/08/2018) malam di Hall Grand Aceh Syariah Hotel, Banda Aceh. 

Laporan M Nasir Yusuf | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sebanyak 81 siswa luar biasa yang berasal dari 23 kabupaten/kota se Aceh mengikuti Festival Lomba Seni Siswa Nasional Anak Berkebutuhan Khusus (FLS2N ABK)  tingkat Provinsi Aceh.

Lomba yang dibuka Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin M.Pd, Selasa (7/8/2018) malam, memperlombakan enam cabang seni, termasuk musabaqah tilawatil Quran (MTQ).

Syaridin dalam sambutannya yang sesekali diiringi dengan bahasa isyarat yang berlaku di kalangan siswa berkebutuhan khusus itu mengatakan, pihaknya sangat sayang, cinta, dan peduli terhadap siswa SDLB, SMP, dan SMALB tersebut.

Baca: Subhanallah, Bocah Difabel Juara Baca Alquran Tingkat Dunia, Dapat Hadiah Ini Dari Ulama Arab Saudi

“Saya akan terus berjuang agar pendidikan untuk siswa berkebutuhan khusus ini ke depan semakin baik. Pemerintah Aceh sendiri, mulai tahun 2018 ini telah memberikan perhatian khusus dengan menyediakan hadiah berupa uang, disamping sertifikat, dan piala untuk para juara,” katanya.

Dikatakan Syaridin, di samping itu, bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus juga diberikan kesempatan untuk belajar di sekolah-sekolah umum sehingga mereka bisa belajar dan bermain bersama dengan anak-anak normal lainnya.

Namun, tambah Syaridin, memang tidak semua sekolah umum bisa menampung anak-anak berkebutuhan khusus. Sebab, guru khusus yang tersedia di sekolah umum juga sangat terbatas.

Tapi, tambahnya, yang penting sudah coba memulainya dengan baik, terutama bagi anak-anak yang tingkat kekhususannya masih bisa ditolerir.

“Tapi, bagi mereka yang agak berat. Ya harus di SDLB, SMPLB atau di SMA Luar Biasa,” kata Syaridin.

Baca: Diskriminasi Kaum Difabel Memperoleh Pendidikan

Pada kesempatan itu, Syaridin juga meminta tim juri agar memberi penilaian sesuai dengan yang mereka peroleh.

“Kalau si A yang harus juara, ya dialah yang harus dimenangkan. Sebab, mereka meski ada kekurangan, tapi mereka bisa merasakan jika ada yang tidak beres,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (SMA dan PKLK) Dinas Pendidikan Aceh, Zulkifli M.Pd mengatakan, enam cabang yang diperlombakan pada FLS2N ABK ini terdiri lomba menyanyi, melukis, desain grafis,musabaqah tilawatil Quran (MTQ), dan Pantomime.

Baca: Menuju Pilkada Ramah Difabel

Untuk lomba yang diikuti wakil dari sembilan wilayah Pusat Pengembangan Mutu Guru (PPMG) se-Aceh itu dibagi dalam dua jenjang Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) dan jenjang SMP Luar Biasa (SMPLB) bersama SMA SMA Luar Biasa (SMALB).

Bagi siswa yang keluar sebagai juara I tingkat provinsi Aceh, akan ditetapkan menjadi wakil Aceh ke lomba FLS2N ABK yang akan digelar Bangka Belitung, 26 Agustus 2018 mendatang.

Sedangkan pada saat bersamaan, kata Zulkifli, Kota Banda Aceh yang terpilih sebagai tuan rumah menjadi penyelenggara FLS2N SMA/SMK tingkat nasional dan akan menjamu tamu dari 33 Provinsi se-Indonesia. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved