Kisah Bung Tomo, Sempat Bikin Skripsi Karena Tak Ingin Ketinggalan Seperti Anak Muda Sekarang

Sejak itu namanya dikenal secara luas, terutama para pemuda di Jawa Timur yang merasa terwakili oleh Sutomo.

Kisah Bung Tomo, Sempat Bikin Skripsi Karena Tak Ingin Ketinggalan Seperti Anak Muda Sekarang
Via Intisari
Bung Tomo

SERAMBINEWS.COM"Merdeka! Merdeka! Merdeka!"

Kepada siapa saja seruan di atas diucapkannya sebagai salam. Masih terasa nadanya yang penuh semangat, optimisme yang menyimpan keberanian. Sejak jaman perang, bahkan hingga sekarang, nama Bung Tomo selalu dikaitkan dengan tindakannya yang gagah berani — kadang mendekati kenekatan.

Berikut ini petikan wawancara Majalah HAI dengan Bung Tomo di edisi tahun 1978, dengan judul asli tulisan di majalah tersebut "Bung Tomo Masih Sempat Bikin Skripsi."

--

Dari mana Bung Tomo memiliki sifat berani?

la tergelak sebelum menjawab: "Keberanian itu tidak begitu saja muncul. Keberanian itu tidak bisa disulap! Tetapi secara umum, bagi pemuda yang hidup di jaman perang waktu itu, rasanya malu kalau tidak berani. Jadi, setengahnya terpaksa berani."

Keberanian, sebagaimana sifat-sifat yang lain, banyak dipengaruhl oleh latarbelakang hidup, bahkan sejak kecil mula. Lalu dengan panjang-lebar Bung Tomo menuturkan 'asal-usul' sifat berani yang dimilikinya.

Baca: Piala AFF U-16 2018 - Laga Panas Timnas Indonesia Melawan Malaysia, Ini Jadwalnya

Baca: Ditinggal Anaknya Masuk Pesantren, Ustaz Solmed dan April Jasmine Menangis

Berdarah Madura

Konon, nenek-moyangnya berasal dari para prajurit Mataram yang menolak bekerjasama dengan Belanda. Sejak kecil ia banyak mendengar dongeng tentang keperwiraan mereka.

Neneknya berasal dari Jawa-Barat. Sedang kakeknya berdarah Madura. Karena itu ia merasa mewarisi tiga sifat dari masing-masing leluhurnya tersebut.

Halaman
1234
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved