Pasar Modern Abdya Mulai Keropos  

Kondisi Pasar Modern Abdya semakin memprihatinkan. Beberapa bangunannya tampak rusak berat

Pasar Modern Abdya Mulai Keropos   
PASAR Modern di Kabupaten Aceh Barat Daya mulai 'hancur'. Foto direkam Selasa (7/8). 

BLANGPIDIE - Kondisi Pasar Modern Abdya semakin memprihatinkan. Beberapa bangunannya tampak rusak berat dan mulai keropos. “Kita sangat prihatin, banyak tiang penyanggah mulai keropos, begitu juga dengan papan penahan coran lantai dua, yang mulai roboh,” ujar Anggota DPRK Abdya, Julinardi kepada Serambi, seusai meninjau lokasi Pasar Modern Abdya, Selasa (7/8).

Julinardi menilai banyak tiang yang mulai hancur, akibat tidak berkualitas pembangunan atau mutu beton diduga tidak sesuai spek. “Kasihan sekali. Ini pasti, mutu betonnya nggak bagus,” kata Julinardi sambil memperlihatkan salah satu tiang penyangga yang mulai roboh.

Julinardi berharap pemerintah dan dinas terkait untuk memanfaatkan bangunan yang baru diselesaikan 20 persen tersebut, sehingga uang miliaran yang telah dihabiskan tidak mubazir. “Terlepas ada masalah (dugaan korupsi), namun kita inginkan ini bisa dimanfaatkan, terserah mau dipakai untuk apa,” sebutnya.

Jika tidak digunakan, sambungnya, besi dan peralatan yang ada di lokasi akan hilang dan diambil oleh pihak tak bertanggung jawab. “Kita juga menyangkan kenapa tidak selesai dibangun, memang pembangunan ini tidak masuk renstra (rencana strategis-red), maka jadinya seperti ini,” ungkapnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim dan LH) Abdya resmi memutuskan kontrak pekerjaan pembangunan Pasar Modern Abdya senilai Rp 58,68 miliar dari rekanan PT Proteknika Jasapratama. Pemutusan kontrak itu, tertuang dalam surat nomor : 644/516/2017 tentang pemutusan kontrak yang ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perkim dan LH Abdya.

Dalam surat itu, PPK menilai pemutusan itu berdasarkan Pasal 93 Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 dan sesuai dengan keputusan kontrak di SSUK B.6 dari kontrak nomor : 602/01/KONTRAK-CK/PU/2016 Tanggal 29 Februari 2016.

Dimana, hingga 31 Agustus 2017 progres pembangunan hanya mencapai 26,9 persen yang seharusnya mencapai 73,8 persen, dan terjadi deviasi sebesar 46,48 persen.(c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved