PKA 7

Pelaminan Sampai Cangkang Lobster di PKA

Anjungan kabupaten/kota di Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7 di Banda Aceh dari 5 sampai 15 Agustus 2018

Pelaminan Sampai Cangkang Lobster di PKA
Cangkang Lobster 

BANDA ACEH - Anjungan kabupaten/kota di Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7 di Banda Aceh dari 5 sampai 15 Agustus 2018 dipenuhi dengan berbagai ornamen menarik, mulai dari pelaminan sampai barang-barang tempo dulu. Seperti, guci kuno yang dulu digunakan untuk mencuci kaki sebelum masuk rumah, sampai cangkang lobster besar asal Simeulue.

Yang tak kalah menariknya, pasar rakyat yang berada di samping Taman Ratu Safiatuddin juga diserbu masyarakat. Barang yang dijajakan, mulai dari kaos kaki, perhiasan wanita dan lainnya. Untuk hiburan, ada wahana bermain, termasuk rumah hantu dan tong setan, selain komedi putar dan aneka mainan lainnya.

Di satu anjungan, Kabupaten Aceh Barat Daya, pelaminan dan ruang pengantin menjadi khas sendiri, demikian juga dengan anjungan kabupaten lainnya, tetapi sebagian besar memajang pelaminan. Khusus pelaminan, warna kuning, hitam, hijau, merah mendominasi, terutama kuning menyala.

Lainnya halnya, anjungan Dataran Tinggi Gayo yang terdiri dari empat kabupaten, warna merah yang mendominasi. Ciri khas pelaminan masing kabupaten-kabupaten tetap menjadi ikon setiap anjungan, seperti Gayo Lues, Aceh Selatan dan lainnya.

Pernak-pernik barang tempo dulu, seperti rencong, pedang, tombak dan parang yang menjadi senjata perang melawan penjajah juga dipamerkan di sejumlah anjungan. Tidak ketinggalan, batu giok dan uang rupiah lama, termasuk gosokan arang juga dipamerkan, selain Quran kuno di anjungan Aceh Selatan dan beberapa anjungan lainnya.

Perhiasan era kerajaan juga hampir terdapat di seluruh anjungan, yang digunakan untuk jamuan, sebagian terbuat dari tembaga atau juga tanah liat. Di Anjungan Aceh Jaya, guci kuno tampak menghias pintu masuk, selain miniatur terowongan Geureute yang saat ini kembali menggema untuk dibangun.

Di anjungan Gayo Lues, dengan stan terlihat menyala saat malam hari, karena didominasi warna merah juga dipamerkan senjata perang, selain kerajinan kopiah dan baju kerawang. Sejumlah pelajar SMA tampak beramai-ramai menaiki anjungan Gayo Lues yang berada di belakang panggung utama PKA pada Selasa (7/8) siang.

Di paling ujung, terdapat anjungan Kabupaten Simeulue yang memamerkan cangkang lobster berukuran besar. Menurut petugas jaga anjungan, cangkang itu didapat seusai lobster ganti kulit, sehingga tampak utuh. Kabupaten kepulauan ini yang dikelilingi lautan dikenal dengan lobsternya, yang sebagian besar diekspor.

Kembali ke anjungan Aceh Selatan, yang terus menarik perhatian pengunjung, satu kelompok penari membawakan tarian Ranup Lampuan yang mendapat sambutan dari para pengunjung. Anjungan satu ini juga menawarkan berbagai produk berbahan pala, seperti sirup dan madu asli dari Bulohseuma.(muh)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved