Perkuat IMT-GT, Aceh Gagas Penerbangan Langsung ke Thailand

Aceh menginisiasi penerbangan langsung dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) menuju Krabi dan Phuket, Thailand

SERAMBINEWS.COM/YARMEN DINAMIKA
Aceh menginisiasi penerbangan langsung dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) menuju Krabi dan Phuket, Thailand, dalam rangka memperkuat kerja sama subregional Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Malaysia Thailand (IMT-GT). Foto direkam Rabu (8/8/2018). 

Laporan Yarmen Dinamika | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Aceh menginisiasi penerbangan langsung dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) menuju Krabi dan Phuket, Thailand, dalam rangka memperkuat  kerja sama subregional Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Malaysia Thailand (IMT-GT) dan menarik lebih banyak wisatawan mancanegara untuk berlibur ke Aceh.

Gagasan yang merupakan prakarsa Aceh tersebut dibahas dalam sebuah rapat di sela-sela Seminar Pembangunan Kota yang Berkelanjutan dan Pertemuan Dewan Wali Kota Kota Hijau IMT-GT Ke-3
yang berlangsung di Banda Aceh, Rabu (8/8/2018) sore.

Baca: Selama Ini Warga Mengira Hasni Hantu Wanita Berambut Panjang Penunggu Batu Angker

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)  Aceh, Dr Aulia Sofyan mengatakan, Pemerintah Aceh mendorong inisiatif tersebut, mengingat sektor pariwisata adalah salah satu sektor unggulan yang mampu membuka lapangan pekerjaan dan menekan angka kemiskinan di Aceh.

Menurutnya, dalam upaya menumbuhkan industri pariwisata, Aceh memerlukan lebih banyak akses kepada calon wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Aceh.

Salah satunya adalah dengan membuka jalur penerbangan internasional baru yang  menghubungkan Aceh dengan lokasi-lokasi pusat pariwisata seperti Krabi dan Phuket di Thailand.

Baca: Ada Dibantu Gol Bunuh Diri, Malaysia dan Thailand Sama-sama Lolos ke Semifinal Piala AFF U-16 2018

"Krabi dan Phuket merupakan dua daerah dengan jumlah wisatawan terbanyak di Thailand, masing-masing dengan jumlah 12 juta dan 7 juta pengunjung setiap tahun. Nah, dengan adanya direct flight dari Krabi atau Phuket ke Aceh sudah pasti banyak wisatawan yang berminat ke Aceh," ujarnya.

Aulia Sofyan mengatakan, kedekatan geografis dan keindahan alam Aceh yang tidak  kalah hebatnya dibanding dengan Phuket dan Krabi membuat ia yakin bahwa jalur  penerbangan yang akan dirintis nanti mampu menarik perhatian para pengunjung  untuk melanjutkan perjalanannya ke Aceh.

"Bayangkan jika kita mampu menyedot 1 persen saja dari pasar pariwisata yang ada di Thailand ke Aceh maka kunjungan wisatawan kita bisa meningkat sekitar 190.000 orang. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan maka akan lebih banyak lapangan pekerjaan yang tercipta dan perputaran uang di Aceh pun semakin tinggi," imbasnya.

Baca: Mau Lihat Bukti Kebesaran Kerajaan Aceh? Yuk Kunjungi History Expo di Kompleks Museum Aceh

Sementara itu, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional, dan Subregional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Netty Muharni menyampaikan dukungannya dalam menyiapkan langkah-langkah menuju ke tahap operasional, seperti kajian scoping study yang akan dilaksanakan dengan kerja sama Asian
Developmental Bank (ADB) sebagai salah satu partner IMT-GT.

Menurut Netty, pihaknya juga akan menyampaikan inisiatif Pemerintah Aceh tersebut  kepada Centre for IMT Subregional Cooperation (CIMT) dalam merumuskan berbagai kebijakan yang perlu guna mempercepat proses kerja sama antaranggota IMT-GT.

Dari pihak Thailand, Wakil Gubernur (Wagub) Krabi, Mr Apinan Puakpong juga menyambut baik  inisiatif yang diajukan oleh Aceh dan berjanji akan memberikan dukungan penuh  untuk mewujudkan konektivitas antaranggota IMT-GT, di mana Aceh merupakan salah satu founding member dari kerja sama subregional yang dibentuk sejak tahun 1993 itu.

Dukungan yang sama turut diberikan oleh Senior Advisor NESDB Thailand, Mr Chirapat Chotipimai yang menyebutkan bahwa pembukaan jalur transportasi udara yang menghubungkan wilayah Selatan Thailand dengan Sumatera, merupakan salah satu program yang direncanakan oleh Pemerintah Thailand dalam beberapa tahun terakhir untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi dan interaksi masyarakat dalam Komunitas Ekonomi ASEAN. (*)

Penulis: Yarmen Dinamika
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved