Idul Adha 1439 H

Puasa Tarwiyah, Ibadah Sunnah Jelang Idul Adha 1439 H, Ini Niat dan Keistimewaannya

Jika puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, puasa Tarwiyah dilaksanakan tepat satu hari sebelum puasa Arafah.

Puasa Tarwiyah, Ibadah Sunnah Jelang Idul Adha 1439 H, Ini Niat dan Keistimewaannya
shutterstock

SERAMBINEWS.COM - Tanggal 1 Dzulhijjah akan tiba pada Senin (9/8/2018).

Begitu pula dengan hari raya Idul Adha 1439 H akan jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Jika berdasarkan dengan kalender masehi, maka diperkirakan akan jatuh tepat pada tanggal 22 Agustus 2018.

Kendati demikian, kepastian penetapan hari raya Idul Adha 1439 H masih menunggu sidang isbat yang akan dilakukan oleh Kementerian Agama.

Menjelang perayaan Idul Adha 1439 H ada beberapa sunnah yang bisa dilakukan di bulan Dzulhijjah.

Salah satunya dengan melaksanakan puasa sunnah Tarwiyah.

Baca: Diampuni Dosa hingga Datangkan 10 Kemuliaan, Ini Keutamaan Puasa Arafah Jelang Idul Adha 1439 H

Baca: 3 Puasa Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Dzulhijjah Jelang Idul Adha 1439 H, Pahalanya Istimewa

Jika puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, puasa Tarwiyah dilaksanakan tepat satu hari sebelum puasa Arafah.

Artinya, puasa Tarwiyah dapat dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah.

Seperti puasa Arafah, puasa Tarwiyah sangat dianjurkan untuk ditunaikan oleh umat Muslim.

Jika puasa Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun yaitu dosa setahun lalu dan setahun yang akan datang, keistimewaan puasa Tarwiyah adalah menghapus dosa yang dibuat tahun lalu.

Antara puasa tarwiyah dan arafah itu seorang ulama bernama Imam Dailami telah meriwayatkan hadis yang bersumber dari Rasululah SAW, beliau bersabda, "Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan (dosa) satu tahun, dan puasa hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun."

Baca: Jangan Disepelekan, Ini Alasan Pentingnya Cek Sertifikasi Hewan Kurban Sebelum Dibeli

Baca: Perlu Diperhatikan, 4 Hal Penting Terkait Hewan Kurban, Jangan Pakai Kresek Hitam untuk Wadah!

Hadis yang diriwayatkan oleh Dailami ini menurut sebagian ahli hadis mengatakan "Dhoif".

Kendati demikian, ulama' sepakat bahwa ini adalah suatu ibadah yang mendatangkan sisi positif, dan tentu disebut juga amal yang mengikuti dasar dari hadis Nabi Muhammad SAW yang lain termasuk di dalam puasa 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Berdasarkan hadis shahih dari Siti Hafshah r.a. ia berkata, "Ada empat macam yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW : Puasa Asyura (10 Muharram), puasa 10 hari (di bulan Dzulhijjah), puasa 3 hari pada setiap bulan, dan salat dua rakaat sebelum salat subuh.”

Baca: 5 Syarat Sah Hewan Kurban yang Harus Dipenuhi Sesuai Anjuran Rasulullah SAW

Adapun, niat puasa Tarwiyah sebagai berikut.

نويتُ صومَ تَرْوِيَة سُنّةً لله تعالى

"Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala."

Artinya, "Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta'ala."

Tak hanya keutamaan di atas, puasa Tarwiyah pun memiliki kemuliaan.

Baca: VIRAL Video! Lihat Ibu Hamil Tak Kebagian Kursi, Bocah ini Lakukan Hal Tak Terduga

Beberapa di antara kemuliaan tersebut, antara lain memperoleh keberkahan dalam hidup, dilipatgandakan amal serta ibadahnya, hingga dibersihkan diri dari segala dosa dan kesalahan di masa lalu.

Puasa sunnah Tarwiyah hanya dianjurkan bagi umat Muslim yang tidak melaksanakan haji.

Sementara bagi mereka yang tengah menunaikan ibadah haji, maka haram hukumnya untuk melaksanakan puasa sunnah. (TribunStyle.com / Salma Fenty Irlanda)

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Niat & Keistimewaan Puasa Tarwiyah, Ibadah Sunnah Jelang Idul Adha 1439 H, Penebus Dosa Setahun Lalu

Editor: Amirullah
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved