Warga di 6 Negara Ini Tolak Punya Anak, Akibatnya Tingkat Populasi tidak Stabil

Banyaknya populasi yang semakin menua menyebabkan anggaran untuk perawatan kesehatan dan pensiun sangat tinggi.

Warga di 6 Negara Ini Tolak Punya Anak, Akibatnya Tingkat Populasi tidak Stabil
LanceB/Getty Images/iStockphoto
Ilustrasi lautan manusia 

Tingkat kelahirannya rata-rata hanya 1,2 anak per wanita - terlalu rendah untuk menstabilkan populasi.

Pemerintah telah menawarkan insentif uang tunai kepada penduduk yang memiliki lebih dari satu anak dalam upayanya meningkatkan angka kelahiran.

Namun, cara ini belum berhasil.

Baca: Ini Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan dan Korea Utara

Para ahli demografi mengatakan, tingkat kesuburan yang rendah di Korea Selatan juga berkaitan dengan wanita yang memilih punya anak di usia yang semakin tua. Pada 2017, umur rata-rata wanita Korea saat melahirkan anak pertama adalah di atas 31 tahun.

Jepang

Para peneliti sangat khawatir dengan bom waktu demografis di Jepang karena jumlah kelahirannya paling rendah sepanjang sejarah. Rata-rata hanya mencapai 1,4.

Beberapa wilayah di Jepang telah menunjukkan tanda-tanda bow waktu demografis: yakni, populasi muda berkurang, sementara orang-orang lanjut usia semakin banyak.

Baca: Calon Suami Terjerat Utang, Pernikahan Cucu Kaisar Jepang Terpaksa Ditunda 2 Tahun

Sama seperti Korea Selatan, pemerintah Jepang juga telah menawarkan insentif uang tunai agar penduduknya tertarik memiliki anak.

Singapura

Singapura memiliki tingkat kesuburan paling rendah di seluruh dunia, yakni hanya 0,83.

Halaman
1234
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved