Steffy Pertanyakan Kejelasan Aceh Marathon

Model asal Manado, Fenny Steffy Burase bersama pengacaranya, Fahri Timur SH mempertanyakan kejelasan pelaksanaan

Steffy Pertanyakan Kejelasan Aceh Marathon
MODEL asal Manado, Fenny Steffy Burase, didampingi pengacaranya Fahri Timur memberikan keterangan pers di Restoran Banda Seafood, Ulee Lheue, Banda Aceh, Sabtu (11/8). 

BANDA ACEH - Model asal Manado, Fenny Steffy Burase bersama pengacaranya, Fahri Timur SH mempertanyakan kejelasan pelaksanaan Aceh Marathon 2018 yang semula dijadwalkan berlangsung akhir Juli lalu. Mereka meminta pihak terkait di Aceh segera memberi kejelasan apakah even itu tetap dilaksanakan atau dibatalkan.

“Kita ingin tahu kejelasannya, karena ini tanggung jawab Pemerintah Aceh. Kalau memang dibatalkan, ya dibatalkan, kalau memang lanjut ya lanjut, jangan justru kami yang digantung-gantung,” kata Fahri Timur didampingi Steffy Burase saat menggelar konferensi pers di Banda Aceh, Sabtu (11/8).

Seperti diketahui, Aceh Marathon 2018 direncanakan dihelat pada 29 Juli lalu di Sabang. Namun, even bertaraf internasional ini ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan menyusul ditangkapnya gubernur non-aktif Aceh, Irwandi Yusuf dan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018 pada awal Juli lalu.

Steffy Burase berharap, Aceh Marathon yang sudah dirancangnya sebagai even internasional itu tetap berlangsung. Menurutnya, saat ini sekitar 800 peserta dari luar negeri sudah mendaftar. “Saya berharap Aceh Marathon tidak dibatalkan. Bila dibatalkan, itu bisa berdampak hukum kepada Pemerintah Aceh,” timpal Fahri Timur.

Menurutnya, sampai kini banyak yang sudah membayar uang pendaftaran dan peserta dari berbagai negara sudah membayar biaya transportasi untuk datang ke Aceh. “Mungkin kalau untuk mengembalikan uang peserta, itu boleh kami lakukan. Tapi, Pemerintah Aceh harus mempertimbangkan imej atau citra Aceh. Itu kerugiaannya,” imbuh Steffy Burase.

Dalam konferensi pers kemarin, Steffy Burase dan Fahri Timur mengaku sudah beberapa kali berkomunikasi untuk menjumpai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil. H

Hingga kemarin Steffy belum bisa menjumpai Plt Gubernur untuk membicarakan lanjutan kegiatan tersebut. “Kami berharap, event Aceh Marathon ini tetap dapat terlaksana,” harap Steffy.

Fahri mengatakan, sebenarnya tak ada kendala apapun dalam pelaksanakan kegiatan itu. Menurutnya, penangkapan Irwandi Yusuf tak ada kaitan dengan pelaksanaan Aceh Marathon 2018. “Kendala dengan Aceh Marathon ini adalah kendala politik, nggak ada kendala hukum. Sebenarnya, tidak ada satu dokumen Aceh Marathon yang disita,” katanya.

Pada kesempatan itu, Steffy dan Fahri juga menjelaskan terkait dana Rp 500 juta yang disebut KPK mengalir ke Steffy Burase. Menurutnya, uang itu sebenarnya bukan Rp 500 juta, tapi Rp 413 juta. “Uang itu Rp 190 juta untuk medali, Rp 173 juta ke jersey, dan Rp 50 juta ke rekening kami karena saat itu kami berada di Sabang untuk menggantikan biaya operasional yang kami keluarkan,” kata Steffy.

Ketika ditanya soal isu yang menyebutkan dirinya punya hubungan spesial dengan Irwandi Yusuf dan bahkan disebut-sebut sudah menikah, Steffy menolak menjawab pertanyaan tersebut. Pengacaranya, Fahri Timur juga dengan tegas menyatakan pihaknya tak lagi memberikan jawaban terhadap pertanyaan itu.

“Yang soal-soal hubungan itu, kita sudah sampaikan di KPK dan anda sudah mendengar. Jadi, pertanyaan itu tidak kami jawab lagi. Pernikahan? saya belum menikah, nggak tahu nanti kalau jodoh. Sori saya bercanda,” pungkas Steffy Burase.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved