Tim CRU Temukan Gajah Betina Mati di Mila, Pidie

"Beberapa sampel baik hati serta ginjal yang diambil untuk selanjutnya diotopsi di laboratorium Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA),"

Tim CRU Temukan Gajah Betina Mati di Mila, Pidie
IST
Tim CRU Kecamatan Mila, Pidie berupaya untuk menguburkan gajah betina yang telah mati, Selasa (14/8/2018) 

Laporan Idris Ismail I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Tim Conservation Respon Unit Kecamatan Mila, Pidie menemukan satu ekor gajah betina mati di dalam kawasan perkebunan. Dugaan awal gajah berusia 35 tahun itu mati dikarenakan diracun.

Koordinator CRU Mila, Pidie, Hasballah kepada Serambinews.com, Selasa (14/8/2018) mengatakan, diperkirakan binatang berbelalai itu mati persisnya sehari sebelumnya atau pada Senin (13/8/2018).

Baca: Lagi, Seekor Gajah Jantan Ditemukan Mati di Aceh Timur, Diduga Akibat Tersengat Kawat Berlistrik

"Beberapa sampel baik hati serta ginjal yang diambil untuk selanjutnya diotopsi di laboratorium Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)," jelasnya.

Namun hasil otopsi tersebut hingga saat ini pihak CRU masih menunggu secara riil. Apakah satu dari empat gajah jinak yang mati itu murni diracuni atau mati dengan sendirinya akibat terjadi dari perbukitan masih belum diketahui.

Untuk sementara oleh Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo hasil diagnosisnya masih dalam pengkajian.

"Artinya kepastian hasilnya belum rampung," jelasnya.

Baca: Kawanan Gajah Berkeliaran di Tiga Gampong di Geumpang, Sasaran Merusak Padi Siap Panen

Dari fakta di lapangan memang ditemukan organ dalam mengalami kerusakan baik pada usus, jantung, dan ginjal mengalami pendarahan. Namun tidak ada tanda-tanda keracunan bila dilihat pada fisiknya.

"Ini masih dalam pendalaman apakah kematian gajah ini ada kaitanya diracun masih dikaji secara lebih lanjut,"katanya. (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved