Harapan Rakyat pada Wali Kota Subulussalam Terpilih

Wali kota dan wakilnya diharapkan mampu memprioritaskan program-program untuk direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat saat ini

Harapan Rakyat pada Wali Kota Subulussalam Terpilih
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
PASANGAN Affal Alfian Bintang/Salmaza menunjukan tampak kompak saat menggelar konferensi pers, Rabu (27/6/2018) di kediamannya. 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM - Pasangan Affan Alfian Bintang/Salmaza sudah resmi ditetapkan menjadi Wali Kota/Wakil Wali Kota Subulussalam terpilih periode 2019-2024.

Penetapan dilakukan dalam sidang pleno Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Subulussalam yang digelar, Senin (13/8/2018) lalu di kantor KIP,  komplek Perkantoran Pemerintah, Desa Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri.

Menyusul penetapan tersebut, masyarakat menaruhkan sejumlah harapan pada kedua figur ini untuk segera merealisasikan janji-janjinya yang disampaikan pada saat kampanye melalui visi-misi mulai saat dilantik nanti.

Baca: KIP Subulussalam Plenokan Hasil Pilkada, Bintang/Salmaza Sah Jadi Paslon Terpilih

Kendati banyak ragam persoalan dimintakan perhatian, satu benang merah bisa ditarik. Semuanya berharap Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam terpilih dapat menjalankan amanat membawa daerah ini ke arah lebih baik.

Sehingga kesejahteraan hidup masyarakatnya benar-benar meningkat dan kemakmuran pun merata. Harus diakui jabatan yang disandang oleh wali kota terpilih bukanlah singgasana tetapi jabatan tersebut merupakan suatu tugas yang bisa mendekatkan kepada rakyat sebagai pemegang kedaulatan.

Wali kota dan wakilnya diharapkan mampu memprioritaskan program-program untuk direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat saat ini.

Apalagi, Affan Alfian Bintang menjadi Wali Kota Subulussalam dalam pilkada ketiga dan pernah menjadi wakil wali kota di daerah ini termasuk pendampingnya juga merupakan sosok berlatar belakang pemerintahan.

Baca: Selisih Suara 11,98 Persen Juga Jadi Alasan MK Tolak Gugatan Sengketa Pilkada Subulussalam

Sehingga diyakini jika politisi Partai Hanura itu lebih piawai dalam menjalankan roda pemerintahan di negeri Sada Kata itu.

Kala genderang pilkada ditabuh masyarakat bahkan para abdi negara termasuk pejabat, dan tokoh masyarakat telah terkotak-kotak akibat dinamika politik yang terjadi di Kota Subulussalam.

Kerenggangan nyata juga sempat terjadi antara kubunya dengan paslon pesaing. Situasi ini jelas menggiring mereka dalam suasana politik cukup rumit.

Karenanya, dengan komunikasi yang baik akan menjadi solusi untuk menyatukan masyarakat di kota hasil pemekaran dari kabupaten Aceh Singkil ini.

Baca: Tergelincir, Fuso Tabrak Tiang Listrik di Subulussalam Persis di Lokasi Kecelakaan Bus Harapan Indah

Subulussalam yang mekar pada 2 Januari 2007 lalu, memang diakui masih jauh tertinggal dibandingkan dengan daerah lain.

Namun, selama konsep dalam membangun Subulussalam mengedepankan kepentingan rakyat di atas segala-galanya. Tentunya rakyat akan ikut merencanakan pembangunan Subulussalam ke depan.

Dr.H Syahyuril, Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim (ICMI) Orda Subulussalam kepada Serambinews.com, Rabu (15/8/2018) mengatakan, Affan Alfian Bintang/Salmaza diharapkan membawa angin segar untuk daerah itu lima tahun ke depan.

Banyak tumpuan dan harapan yang disampaikan masyarakat, baik itu masalah sosial, ekonomi dan penegakan hukum termasuk keagamaan yang tak kalah pentingnya.

Baca: BREAKING NEWS - Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan Sengketa Pilkada Subulussalam

Menurut Syahyuril yang juga Ketua PD Muhammadiyah Subulussalam, salah satu dari persoalan terkait ekonomi, agama, kesehatan dan pendidikan serta persoalan sosial. Ragam persoalan ini dinilai merupakan hal krusial yang tidak dapat terpisahkan.

Pemerintah diharapkan bukan sekadar membangun fisik tetapi juga memberikan pelayanan terbaik dalam hal kesehatan dan pendidikan termasuk ekonomi.

Dikatakan, seberapa hebatpun gedung rumah sakit yang dibangun jika pelayanan tenaga medis di sana tidak baik bahkan menjadi momok menakutkan bagi pasien maka sama artinya sia-sia.

Pun demikian dengan masalah pendidikan, pemerintah harus mampu menciptakan guru yang handal yang benar-benar memiliki tanggungjawab moril dalam mencerdaskan anak bangsa.

Baca: Minibus Harapan Indah Terguling di Gunung Rikit, Subulussalam, Sejumlah Penumpang Luka-luka

Dikatakan, percuma rumah sakit mewah kalau pelayanan para tenaga medis asal-asalan bahkan bermuka masam menghadapi pasien ini justru menjadi momok menakutkan.

"Begitu juga masalah pendidikan, kalau guru saja tidak ada tanggungjawab, masuk mengajar sesuka hati bahkan lebih banyak bolos lantas apa yang diharapkan darinya, yang terjadi justru kebobrokan pendidikan berkelanjutan,” kata Syahyuril.

Terpilihnya pasangan ini diharapkan dapat mewujudkan harapan baru masyarakat Subulussalam dalam memajukan pembangunan.

Diantaranya dengan melakukan reformasi birokrasi pemerintahan, membenahi manajemen pengelolaan proyek-proyek daerah, pemberdayaan petani, peningkatan sumber daya manusia dan pembangunan infrastruktur terutama sarana perhubungan jalan ke daerah terpencil.

Baca: Soal Pemecatan Honorer, Kepala Bappeda Subulussalam: 1000 Persen bukan karena Politik  

Untuk itu Syahyuril berharap orang nomor satu dan dua Subulussalam tersebut mampu menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta menjaga hubungan antar keduanya alias tidak retak di tengah jalan apalagi ‘bercerai’.

Menurut Syahyuril yang juga politisi senior Partai Amanat Nasional tersebut, ada beberapa skala prioritas program kerjanya untuk pencapaian kesejahteraan masyarakat.

Salah satunya di bidang perekonomian, seperti memperbaiki manajamen di masing-masing sektor yang menangani perekonomian dan menarik para investor.

Hal lain yang juga patut diperhatikan adalah pengentasan kemiskinan dengan memperhatikan penuh pada sektor perkebunan dan pertanian.

Baca: 10 Tahun Mengabdi Lalu Dipecat Tanpa Sebab, Honorer di Subulussalam Merasa Dizolimi dan Curhat di FB

Tujuannya adalah untuk memberdayakan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi masyarakat. Mengenai harga Tandan Buah Segar (TBS) yanh belum memiliki standarisasi atau tidak berjalannya peran tim penetapan harga serta soal ekonomi lainnya.

Masalah lain kata Syahyuril yang juga mantan anggota DPRK Aceh Singkil dan Subulussalam mengharapkan agar wali kota terpilih mampu mewujudkan perusahaan perkebunan kelapa sawit memiliki konstribusi nyata untuk kepentingan rakyat sekitarnya.

Sebab, tujuan investor sebenarnya untuk kesejahteraan rakyat serta ada nilai tambah bagi daerah. Namun, lanjut Syahyuril percuma daerah mendapat pemasukan dari sebuah perusahaan jika di sisi lain masyarakat menderita.

Pesan lainnya, Syahyuril kepada pemerintahan saat ini sedang berjalan untuk mengakhiri jabatannya secara elegan. Artinya, kata Syahyuril jangan sampai ada peninggalan beban pemerintahan lama kepada pemerintahan baru.

Baca: Walkot Subulussalam ‘Curhat’ Soal Sertifikat Tanah Warga Eks Transmigrasi ke Presiden Jokowi

Namun, lanjut Syahyuril dalam membangun Subulusalam ke depan tentunya tidak bisa hanya bertumpu pada wali kota dan wakilnya. Tanpa mendapat dukungan dari legislatif, masyarakat dan semua elemen yang ada di daerah ini, apalah artinya mereka hanya berdua.

Karenanya, jika semua elemen masyarakat memberikan dukungan dalam menata Subulussalam maka daerah ini akan maju sebagaimana diharapkan.

Semoga wali kota dan wakilnya dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, menjadikan Kota Subulussalam lebih maju, makmur, bermartabat, aman, adil, sejahtera, sesuai dengan visi dan misi yang mereka janjikan saat kampanye. Amin.(*)

Penulis: Khalidin
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved