Luar Negeri

Pemerintah Arab Saudi Resmi Larang Bitcoin, Ini Alasannya

Pemerintah Arab Saudi telah merilis aturan baru yang berkenaan dengan cryptocurrency.

thesun.co.uk
Bitcoin 

SERAMBINEWS.COM - Pemerintah Arab Saudi telah merilis aturan baru yang berkenaan dengan cryptocurrency.

Mata uang virtual Bitcoin dinyatakan ilegal digunakan di Arab Saudi dalam transaksi apapun.

Keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan para komite serta regulator.

Mata uang ini dianggap memiliki konsekuensi negatif dan berisiko tinggi dalam perdagangan karena Bitcoin tidak berada dalam pengawasan pemerintah.

Baca: Gunto Mara Melengang Ke Final

Baca: Berkas Akun Timphan Aceh ke Jaksa

Lewat sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh otoritas moneter Arab Saudi (SAMA), pemerintah menegaskan bahwa kegiatan pemasaran baik itu perdagangan maupun investasi dalam bentuk mata uang virtual harus dihentikan.

"Komite memastikan bahwa mata uang virtual, tidak terbatas hanya pada Bitcoin, dinyatakan ilegal dan tidak ada individu maupun pihak lain yang diberi izin untuk praktik semacam ini," ungkap salah satu anggota komite, seperti dikutip KompasTekno dari Coindesk, Rabu (15/8/2018).

Dengan diterbitkannya aturan ini, Arab Saudi menambah daftar panjang negara-negara yang melarang penggunaan mata uang virtual.

Sampai Desember 2017 lalu setidaknya ada 17 negara yang menerbitkan aturan serupa.

Baca: Kesepakatan Bersama Tentang Pemanfaatan Jasa dan Layanan Perbankan

Baca: Pemko-Bank Aceh Jalin Kerja Sama Penyaluran Dana Bantuan Kotaku

Ada berbagai alasan yang melatarbelakangi tapi mayoritas adalah kecemasan akan penyalahgunaan untuk kejahatan.

Indonesia pun menjadi salah satu negara yang tidak mengakui BitCoin atau mata uang virtual lain sebagai alat tukar yang sah.

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved