Deretan Pelanggaran Berat yang Merusak Tata Kelola Pegawai di Era Ahok Dibongkar Pensiunan PNS DKI

Mantan PNS Pemprov DKI Jakarta itu adalah Joko S Dawoed, pensiunan tahun 2017 dengan pangkat terakhir IVC.

Deretan Pelanggaran Berat yang Merusak Tata Kelola Pegawai di Era Ahok Dibongkar Pensiunan PNS DKI
Kompas.com
Ahok 

SERAMBINEWS.COM - KACAU balau dan rusaknya tata kelola pegawai negeri sipil (PNS) di era Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dibongkar salah seorang pensiunan PNS Pemprov DKI Jakarta.

Mantan PNS Pemprov DKI Jakarta itu adalah Joko S Dawoed, pensiunan tahun 2017 dengan pangkat terakhir IVC.

Joko Dawoed mengungkapkan kacau balaunya tata kelola pegawai di era Ahok setelah gaduhnya pencopotan sejumlah pejabat di Pemprov DKI usai pencopotan yang dilakukan Gubernur DKI Anies Baswedan.

Joko Dawoed pun kemudian membuat surat dimana Ia menyampaikan pikiran-pikirannya sebagai mantan PNS DKI Jakarta yang juga jabatannya dicopot oleh Ahok.

Baca: BREAKING NEWS - Semua Perangkat Desa Teupin Jok Mengundurkan Diri, Tinggal Keuchik dan Imum Gampong

Surat itu ia tujukan KETUA KOMISI APARATUR SIPIL NEGARA (KASN), GUBERNUR DKI JAKARTA, MENTERI DALAM NEGERI RI. MENTERI PENBERDAYAAN APARATUR NEGARA dan REFORMASI BIROKRASI, dan KEPALA BADAN PEMERIKSAAN KEUANGAN (BPK)

Dibawah ini adalah poin-poin pikiran dalam surat dari Joko Dawoed yang tanpa pemotongan atau perubahan dari redaksi Warta Kota :

Sehubungan dengan pemberitaan pada surat kabar WARTA KOTA tanggal 29 Juli 2018 pada halaman 3 yang berjudul PENCOPOTAN PEJABAT LANGGAR PROSEDUR  >KASN MINTA PEJABAT YANG DICOPOT DIKEMBALIKAN < maka bersama ini saya Nama JOKO SUTRISNO DAWOED, SH. Pensiunan PEGAWAI PEMPROV DKI JAKARTA Tahun 2017 Pangkat IV C dengan NIP. 195910251982031011 alamat rumah PERUMAHAN DUREN JAYA JL. MAHONI I BLOK C No.401 BEKASI TIMUR 17111 akan menyampaikan apabila benar KASN seperti pemberitaan tersebut diatas menurut hemat saya KOMISI APARATUR SIPIL NEGARA (KASN), DUGAAN  saya KASN sudah BERMAIN POLITIK yang tidak sehat dengan alasan akan saya uraikan sebagai berikut :

Baca: Kejari Nagan Raya Musnahkan Barang Bukti Tindak Pidana, Ada Sabu-sabu, Miras hingga Senjata Tajam

1.Bahwa Tahun 2018-2019 merupakan tahun politik dengan tensi cukup tinggi dan panas, bagi saya Pencopotan dan pergantian Pejabat yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta ANIES BASWEDAN sudah bener karena dilakukan setelah menjabat lebih dari 6 bulan serta Gubernur dan Wakil Gubernur saat ini adalah Murni pilihan rakyat warga asli yang berpendududuk  DKI Jakartra, Hal ini merupakan AMANAH yang sangat MULIA.

2.Bahwa saya sangat terkejut dan mengerankan kenapa Gunernur DKI Jakarta ANIES BASWEDAN dan Wakil Gubernur DKI Jakarta SANDIAGA UNO baru mencopot/mengganti Pejabat telah di ributkan bahkan KOMISI ASN begitu getolnya dan cepat tanggapnya sekoyong koyong melakukan pengawas serta penyidikan atas seolah olah  ada pelanggaran yang dilakukan oleh Gubernur dan wakil Gubernur ini bahkan telah memberikan rekomdasi antara lain pencopotan harus ada penilaian dan berita acara (BAP) .......dst...dst.... seperti diamanatkan UU ASN.

3.Bahwa kalu memang harus didasarkan pada aturan, kenapa pada hari Jumat tanggal 2 Januari 2015 pada saat Gubernur DKI Jakarta di Jabat oleh AHOK, akan tetapi KASN tidak melakukan Penyidikan dan tidak memberikan Rekomendasi seperti yang saat ini, padahal menurut hemat saya itu adalah Pelanggaran Sangat Sangat Berat,  dan bisa dibayangan sekitar 1300 Pejabat mulai dari eselon II, III. Dan IV di copot tanpa ada pemberitahuan, dan dilantik Pejabat Baru dilakukan di Silang Monas, serta salah satunya korbannya adalah saya yang duduk di eselon III selama kurang lebih 14 tahun dari tahun 2001 s/d 2014 padahal saya tanggal 31 Desember 2014 masih menjabat.

Baca: Anut Ajaran Sesat dan Kumpul Tiap Malam Jumat, Begini Nasib Anggota Kerajaan Ubur-Ubur

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved